Pemkot Atensi Galian di Ruas Jalan Catur Warga dan Panca Usaha

0
Sisa galian di Jalan Catur Warga, Kecamatan Mataram menjadi atensi, sebab dapat mengganggu kelancaran lalulintas dan mengurangi fungsi badan jalan. Walikota Mataram H. Mohan Roliskana meminta salah satu perusda memperbaiki dan mengembalikan utilitas seperti semula. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram mengatensi sisa galian pipa di Jalan Panca Usaha, Cakranegara dan Jalan Catur Warga Kecamatan Mataram. Perusahaan daerah diminta segera memperbaiki fasilitas umum tersebut seperti semula.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan, beberapa ruas jalan terutama di Jalan Panca Usaha dan Jalan Catur Warga masih belum tertangani dengan baik pasca penggalian pipa oleh salah satu perusahaan daerah. Kondisi ini menjadi atensi sehingga diminta Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Miftahurrahman untuk mengkomunikasikan dengan perusda tersebut, agar utilitas itu dikembalikan seperti semula. “Tadi saya sudah minta Pak Asisten II untuk segera mengkomunikasikan dengan PDAM Giri Menang,” kata Walikota ditemui Senin, 4 Desember 2023.

Perencanaan yang dibangun telah dianggarkan terutama berkaitan dengan program infrastruktur berkaitan dengan utilitas. PT. Air Minum Giri Menang juga menyampaikan rencana mereka untuk memperbaiki pipa air minum secara paripurna. Walikota mengatakan, perencanaan yang disusun ini sesuai dengan skenario sehingga harus mengizinkan pemasangan pipa karena untuk kepentingan masyarakat.

Namun demikian, dengan penanganan paripurna tahun ini diharapkan proses penggalian selesai dan tidak ada kebocoran pipa lagi yang berdampak terhadap tambal sulam fasilitas milik pemerintah. “Kalau ada titik yang harus digali supaya dikembalikan seperti semula,” tegasnya.

Mohan kembali menegaskan utilitas di Jalan Panca Usaha Cakranegara dan Jalan Catur Warga menjadi atensi serius. Kawasan itu memang belum ada pengerasan median jalan. Terlambatnya pekerjaan karena agak lama menunggu pembayaran pembebasan lahan. Pasca pembayaran rampung diminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk melakukan rabat jalan karena kawasan itu rawan dengan posisi aspal jalan lebih tinggi dibandingkan pinggir. Oleh karena itu, rabat jalan dinilai menjadi solusi sambil menunggu proses pembangunan jalan. “Kita sekarang melakukan pekerjaan sebelah utara dirabat dulu. Bagian selatan ada galian pipa ini belum dirabat setelah penggalian harus disamakan pengeras sebelah utara itu,” demikian kata Walikota. (cem)