Jelang Natal dan Tahun Baru, IWAPI Dorong Pabrik Gula Pasir di Dompu Gelar Operasi Pasar

0
Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB mendorong pabrik gula pasir di Dompu, PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) menggelar kegiatan Operasi Pasar (OP) untuk meredam tingginya harga gula di pasaran. Tidak hanya kalangan ibu-ibu rumah tangga yang mengeluhkan tingginya harga gula pasir, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga turut merasakan beban kenaikan harga ini.

Ketua IWAPI Provinsi NTB, Hj. Baiq. Diyah ratu Ganefi.,SH mengatakan, dorongan agar pabrik menggelar operasi pasar adalah bagian dari tanggung jawab moril beroperasinya pabrik gula pasir ini di Provinsi NTB. “Ini pabrik gula terbesar di Indonesia bagian timur. Sebagai tanggung jawab sosialnya, ya harus memprioriraskan pemenuhan kebutuhan di dalam daerah. Bisa juga dengan operasi pasar karena kasian kaum ibu-ibu, apalagi para pelaku UMKM,” ujar Mantan Anggota DPD RI ini.

Kegiatan operasi pasar gula pasir sebagaimana disebutkannya, adalah upaya  untuk menstabilkan harga gula pasir di pasaran yang saat ini masih tinggi. Operasi pasar ini dilakukan dengan menjual gula pasir dengan harga yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Rp12.500 per kilogram. Operasi pasar ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan gula pasir dengan harga terjangkau.

Ratu Ganefi menambahkan, pemerintah sudah jauh-jauh hari juga memikirkan ketersediaan bahan baku produksi di pabrik. Saat menjabat DPD RI, menurutnya, ia sudah memberikan masukan kepada perusahaan untuk mengembangkan terus menerus lahan tebu, bermitra dengan petani yang ada di lingkar pabrik, atau di wilayah NTB di daerah-daerah yang cocok ditanami tebu. Sehingga perusahaan tidak mengandalkan bahan baku gula mentah dari luar negeri saja untuk memproduksi gula pasir siap dipasarkan.

“Tentu, harga beli tebu petani juga harus ideal. Sehingga petani bersemangat menanam tebu kalau melihat potensi harga jual tebu masih bisa menguntungkan,” katanya. Ratu Ganefi yang juga Caleg DPR RI Nomor 2 Partai Perindo ini menambahkan, seyogiyanya di NTB ini tidak terjadi keluhan harga gula pasir tinggi, apalagi gula pasir langka. Sebab daerah ini adalah sentra produksi gula pasir.

Pemerintah daerah juga harus memiliki posisi tawar yang kuat untuk mengawal pabrik gula ini sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Sebetulnya pemerintah sudah punya data stok, data kebutuhan gula. Itu yang dijadikan rujukan untuk membuat kebijakan tata kelola stok gula pasir. Seharusnya menurut saya, kalau gula pasir ini ya memang tidak perlu dikeluhkan sebenarnya,” tambah Ratu Ganefi.

Karena itu, ia mendorong adanya langkah-langkah strategis untuk menangani harga gula pasir yang dikhawatirkan akan terus mengalami kenaikan. (bul)