IJU Instruksikan Kader Demokrat KLU Menangkan Prabowo-Gibran Diatas 50 Persen

0
Ketua DPD Partai Demokrat NTB, IJU konsolidasikan PAC Demokrat KLU untuk menang Pileg dan Pilpres 2024.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman (IJU) panaskan mesin politik partainya di Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk pemenangan Pileg dan Pilpres 2024. IJU memberikan instruksi agar seluruh kader Demokrat intensifkan turun ke bawah menghimpun dukungan masyarakat sebanyak-banyaknya.

“Kabupaten Lombok Utara selalu dipimpin oleh kader-kader terbaik dari Partai Demokrat. Baik di eksekutif maupun legislatif. Dua Bupati yang pernah bergantian memimpin adalah kader Demokrat walaupun saat ini sudah tidak lagi berada di Demokrat. Di DPRD KLU Demokrat selalu mendapat posisi sebagai pimpinan hingga saat ini,” ungkap IJU pada Konsolidasi dan Pengukuhan DPAC Partai Demokrat KLU.

Selain mengangkat kembali sejarah panjang perjalanan Partai Demokrat di Kabupaten termuda di NTB itu. IJU kemudian menginstruksikan kepada seluruh anggota fraksi, caleg, pengurus dan kader Partai Demokrat KLU. Agar juga berjuang keras untuk mengantarkan target pemenangan Capres-Cawapres dukungan Demokrat, Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran.

IJU menekankan agar kader Demokrat di Lombok Utara memberi kontribusi selaras dengan yang ditargetkan TKN yaitu memenangkan Pasangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran pada Pilpres 14 Februari 2024 mendatang. Target itu disebutnya sangat rasional untuk bisa diraih, merujuk pada kekuatan yang pernah dan sampai saat ini masih dimiliki oleh jajaran Demokrat se-KLU.

“Dengan komposisi caleg, fraksi dan kader serta pengurus yang semakin solid di KLU. Demokrat bisa memberikan 50 persen plus kemenangan suara bagi Prabowo-Gibran. Menurut saya itu sangat rasional,” tegas anggota DPRD Lobar ini.

Pada kesempatan itu, IJU menekankan dan mengingatkan kembali bahwa keputusan Pengurus Pusat Partai Demokrat sudah bulat mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden. Keputusan Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Tinggi Partai dan Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketum Partai Demokrat sudah terang dan jelas dalam Pilpres 2024 ini.

“Keputusan DPP melalui Ketua MTP Pak SBY dan Ketum AHY sudah ditetapkan jelas mengusung Prabowo-Gibran. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditafsir atau didiskusikan lagi. Semua fungsionaris Partai Demokrat harus solid dan fokus saja menjalankan keputusan partai yang tegas berada di Koalisi Indonesia Maju bersama Prabowo-Gibran,” tegas anggota dewan 3 periode itu.

IJU mencontohkan bagaimana totalitas perjuangan para pimpinan partai di tingkat pusat dalam memenangkan pasangan capres-cawapres besutan KIM ini. Diantaranya SBY yang merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai pun ikut terjun langsung dalam upaya memenangkan Paslon yang diusung partainya dalam satu kali putaran Pilpres.

“Pak SBY itu seharusnya sudah tidak lagi berpolitik praktis. Beliau sedianya belakangan sudah fokus hanya membina Club Voli Lavani dan menjalankan hobi melukisnya. Namun untuk memastikan Prabowo-Gibran menang satu putaran, beliau rela turun gunung terjun langsung menemui masyarakat. Saat ini beliau sedang berada di Kediri menyapa masyarakat untuk memenangkan Prabowo-Gibran,” ungkap IJU.

“Semua itu dilakukan Pak SBY karena beliau tahu apa yang terbaik untuk bangsa ini. Sebagai Presiden terpilih 2 periode dengan segudang keberhasilan di masa kepemimpinananya. Sebagai founding fathers dan perumus landasan partai bahkan yang menciptakan mars sampai logo dan warna partai ini. Beliau masih mau all out turun gunung. Masak kita tidak mau berbuat lebih sebagai kader Partai Demokrat,” seru caleg DPRD Provinsi NTB ini.

Dari Data yang dikeluarkan KPU NTB pada Pilpres sebelumnya di KLU. Pada pilpres 2014, Prabowo berhasil menang dengan 69,92 persen suara. Berlanjut pada Pilpres 2019 Prabowo kembali menorehkan kemenangan sebesar 50,13 persen suara. Diharapkan pada Pilpres 2024 ini, Prabowo yang berpasangan dengan Gibran bisa kembali meriah kemenangan di atas 50 persen di KLU. (ndi)