Ummat Bersama PP Muhammadiyah Sosialisasikan Kalender Hijriah Global Terpadu

0
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Prof. H. Syamsul Anwar (empat dari kiri) bersama, Plh. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Lalu Hamdi (tiga dari kiri), Ketua Panitia Seminar dan Sosialisasi, Zaenuddin (dua dari kiri), dan Ketua PWM NTB, Falahuddin (lima dari kiri) saat pembukaan Seminar dan Sosialisasi Kalender Hijriah Global Terpadu (KHGT) di Mataram, Jumat, 1 Desember 2023.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) –  Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) berkolaborasi dengan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MTT PP Muhammadiyah) menggelar Seminar dan Sosialisasi Kalender Hijriah Global Terpadu (KHGT) di Hotel Grand Madani, Kota Mataram pada Jumat, 1 Desember 2023 dan Sabtu, 2 Desember 2023. Peserta merupakan perwakilan organisasi Muhammadiyah di wilayah Bali, NTB, dan NTT.

Ketua Panitia Seminar dan Sosialisasi, Dr. Zaenuddin, M.Pd.I., yang juga Wakil Rektor IV Ummat dalam laporan sekaligus sambutan mewakili Rektor Ummat, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan, peserta kegiatan ini dihadiri oleh tiga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Bali, dan NTT. Peserta juga dari unsur PP Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajdid, PWM, MTT PWM, PDM & MTT, Civitas Ummat, Civitas ITKes Muhammadiyah Lotim, Civitas UM. Bima, IAIM Bima, Pimpinan Wilayah Aisyiyah NTB, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Zaenuddin menekankan, kegiatan ini untuk menyosialisasikan secara masif-progresif konsep KHGT yang segera dilaunching pada bulan Syakban 1445 H/Februari 2024. Menguatkan pemahaman konsep, maksud, dan tujuan KHGT bagi warga Muhammadiyah (terutama unsur MTT di semua tingkatan). Serta, mengomunikasikan konsep KHGT yang akan di-launching kepada warga Muhammadiyah khususnya dan masyarakat pada umumnya, terutama dunia internasional.

Ia juga menyampaikan salam Rektor Ummat yang tengah bertugas di luar daerah. Ia menyebutkan, Ummat berumur 43 tahun berdiri sejak 1980, dan kini memiliki 34 Prodi. “Kami civitas akademika dari hari ke hari terus melakukan gerakan berkemajuan dalam rangka untuk Muhammadiyah unggul berkemajuan,” ujarnya saat pembukaan, pada Jumat (1/12).

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Dr. TGH. Falahuddin, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan sejarah singkat hadirnya Muhammadiyah di NTB. Ia juga menyampaikan acara sosialisasi ini merupakan sesuatu yang sangat strategis. “Ini adalah ikhtiar Muhammadiyah agar tidak berbeda dalam menentukan awal bulan Komariah, salat Id, dan lainnya. Kegiatan ini membuka cakrawala yang bisa mencerahkan kita semua,” ujarnya.

Penjabat (Pj.) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi. M.Si., yang diwakili Plh. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Ir. Lalu Hamdi,M.Si., menyampaikan, sejak lama umat Islam mendambakan memiliki kalender yang bersifat global. “Kehadirannya merupakan terobosan atau jalan tengah dalam merekatkan kebersamaan,” ujarnya.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., 
menegaskan keputusan Muhammadiyah untuk menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal. Keputusan ini pertama kali diambil dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 2015 dan diulang kembali dalam Risalah Islam Berkemajuan sebagai keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta tahun 2022.

Syamsul Anwar menjelaskan bahwa acara sosialisasi ini diadakan agar seluruh umat memahami penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal, sesuai dengan arahan Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang menekankan perlunya pembaharuan Islam dan upaya membangun citra positif umat Islam di dunia.

“Implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal adalah tugas berat bagi Majelis Tarjih. Tahun 2027 nanti, Majelis Tarjih di Muhammadiyah akan menghadapi satu abad. Majelis Tarjih sudah membuat konsep KGHT sampai 100 tahun ke depan, tinggal diperhalus dan dicermati lagi,” ujarnya.

Menurut Syamsul Anwar, meskipun mungkin belum banyak yang menerima Kalender Hijriah Global Tunggal saat ini, ia berharap bahwa seiring waktu, pemahaman ini akan diterima dan diakui oleh umat Islam secara luas, sebagaimana perjuangan Dahlan yang pada akhirnya diterima oleh masyarakat.

Setelah menyampaikan sambutan, Syamsul membuka acara Seminar dan Sosialisasi Kalender Hijriah Global Terpadu/Tunggal secara resmi.  Acara ini berupa pemaparan dari para narasumber yang dibagi dalam beberapa sesi. (ron)