NTB Masuk 10 Besar Provinsi Inflasi Terendah Se-Indonesia

0
Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi saat saat mengikuti Rakor Inflasi 2023 secara virtual Senin, 4 Desember 2023.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – NTB masuk dalam 10 besar provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia sebesar 2,66 yoy (year on year). Masuknya NTB dalam 10 besar provinsi dengan inflasi terendah ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi 2023 secara virtual, Senin, 4 Desember 2023.

Rakor Inflasi ini diikuti Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., bersama anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB di Pendopo Timur Gubernur NTB.
Pj Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi yang dikonfirmasi usai mengikuti Rakor Inflasi, menjelaskan masuknya NTB pada 10 provinsi dengan inflasi terendah diraih untuk bulan Oktober 2023.

“Alhamdulillah tadi rilisnya Oktober kemarin, NTB termasuk 10 provinsi dengan tingkat inflasi rendah 2,66 persen. Inflasi cukup terkendali. Ini merupakan kerja teman-teman. Karena dalam mengatasi kenaikan sejumlah kebutuhan pokok dengan menggelar operasi pasar dan sebagainya,” ujarnya.
Pj. Gubernur mengakui pada bulan November sebesar 2,92 persen dari rata-rata nasional 2,86 persen. Itu, artinya, inflasi NTB naik di atas rata-rata nasional sebesar 0,06 persen.

“Mungkin besok analisnya itu bulan depan. Kita lihat kita berada pada klasemen mana, karena secara nasional juga naik, 2,86 persen. Berarti kan sekarang yang rata-rata 2,66 persen ke bawah terkatrol begitu dan apakah masih tetap dalam kendali,” tambahnya.
Dalam Rakor tersebut, ujarnya, Pemerintah Pusat memberikan apresiasi pada Pemprov NTB yang telah memberikan kontribusi besar dalam mengatasi kelangkaan cabai secara nasional. Sekarang ini, ungkapnya, Pemerintah Pusat dan daerah di Indonesia menunggu kebaikan hati menunggu hasil cabai dari NTB.

“Itu disebutkan oleh Irjen tadi. Artinya apa? Kontributor cabai NTB itu termasuk skala nasional bahkan over heater harganya Rp130 ribu per kilogram. Nah kita dari Rp63.000 per kilogram, ada yang Rp80 ribu per kilogram. Naik ya naik, tapi di daerah lain lebih dahsyat kenaikannya. Jangan panik dari Rp65 ribu sekarang Rp80 ribu, sementara daerah lain mendekati Rp130 ribu per kilogram,” ujarnya mengingatkan.
Untuk itu, Pj Gubernur mengingatkan agar petani di NTB untuk terus berproduksi dan melihat kapan harus menanam, sehingga stok cabai di daerah tetap terjaga. Itu tadi Pak Irjen geram sekali, sekian tahun kita merdeka, cabai ini masih jadi kendala. Mari di saat kondisi seperti ini sudah tahu siklusnya seperti ini, mari kita menanam, sarannya.

Pada bagian lain, Pj Gubernur menjelaskan, terkendalinya inflasi di NTB merupakan ikhtiar Pemprov NTB melalui TPID NTB berkolaborasi dan bersinergi dengan TPID kabupaten dan kota. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengendalikan inflasi dengan strategi 4 K, yaitu menjamin ketersediaan stok pangan dan menjamin kelancaran distribusi rantai pasok pangan. Selain itu, mampu menjaga keterjangkauan harga pangan dan melakukan komunikasi yang efektif.

Begitu juga, tambahnya, melalui gerakan Jumat Salam, pemerintah juga melakukan strategi 4 K. dalam hal ini, pemerintah turun ke desa-desa dengan melakukan edukasi berbelanja bijak, bazar pangan murah, serta mengimbau seluruh pejabat dan pegawai ASN maupun Non ASN untuk berbelanja di warung-warung masyarakat di samping sebagai ajang silaturahmi dan sinergi program dan kegiatan Pemprov NTB dengan pemerintah kabupaten dan kota. (ham)