Lihat Benda Bersejarah, Museum Negeri NTB Banyak Didatangi Wisatawan Mancanegara

0
Wisatawan mancanegara saat melihat koleksi benda bersejarah di Museum Negeri NTB. (Ekbis NTB/ist)

KEBERADAAN koleksi yang ada di Museum Negeri NTB menjadi bukti peristiwa di masa lampau. Termasuk di zaman kolonialisme, yakni di zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Saat kapal pesiar singgah di Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Lembar, penumpang kapal pesiar menjadikan Museum Negeri NTB sebagai salah satu tujuan kunjungan utama. Setelah itu baru ke destinasi lain yang ada di daerah ini.

Di Museum Negeri NTB menurut Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., memiliki banyak peninggalan bersejarah yang masih bisa dilihat. Peninggalan bersejarah yang ada di Museum Negeri NTB hanya segelintir bekas peninggalan bersejarah yang bisa dibawa, disimpan dan dirawat.

Ahmad Nuralam (Ekbis NTB/ham)

 ‘’Untuk peninggalan Belanda, kita punya meriam. Senjata dan surat tanah serta stempel dari jaman kolonial. Sementara untuk peninggalan zaman Jepang, kita punya keramik dan guci,’’ ungkapnya pada Ekbis NTB, Minggu, 3 Desember 2023.

Peninggalan bersejarah ini menjadi bukti atau saksi seperti apa peristiwa yang terjadi masa lampau. Bahkan, pihak Museum Negeri NTB melakukan perawatan dengan baik terhadap semua koleksi agar menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda mengenai rakyat Indonesia yang harus berjuang untuk meraih kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.

Pihaknya tidak ingin peristiwa bersejarah masa lalu dilupakan oleh generasi muda, karena diraih dengan pengorbanan harta hingga nyawa. Artinya, kemerdekaan yang diraih sekarang ini bukan hadiah dari penjajahan tapi merupakan pengorbanan dari para pahlawan kusuma bangsa.

Untuk itu, ujarnya, banyak wisatawan yang datang secara rombongan melalui agen travel dan secara pribadi sangat senang bisa melihat peninggalan dari zaman VOC, seperti meriam dalam kondisi baik terawat di Museum Negeri NTB.

Diakuinya, wisatawan yang banyak datang ke museum karena di negara mereka sekarang musim dingin, sehingga mencari daerah tropis salah satunya di NTB. DI Museum NTB mereka banyak mengenal budaya yang heterogen, ada Sasak Lombok, Sumbawa dan Mbojo serta kultur masyarakat Hindu Bali. ‘’Ini adalah sesuatu yabg membuat mereka kagum keanekaragaman kultur masyarakat NTB,’’ terangnya.

Dalam hal ini, Museum Negeri NTB mendorong pariwisata berbasis keanekaragaman budaya. Menurutnya, ini nilai jual yang tidak dimiliki daerah lain. ‘’Pariwisata berbasis kebudayaan sangat membantu perekonomian UMKM dan masyarakat. Museum juga mendorong desa wisata mempunyai museum desa. Pameran Pusaka Desa itu sebagai langkah awal untuk membentuk museum desa,’’ ujarnya.

Pada bagian lain,  pihaknya optimis sampai akhir tahun ini, tingkat kunjungan wisatawan asing ke Museum NTB akan semakin meningkat. “Sehingga kami saat ini berupaya untuk melakukan peningkatkan fasilitas agar dapat memberikan kenyamanan ketika wisatawan berkunjung,” tambahnya.

Selain itu, Museum Negeri NTB akan memaksimalkan berbagai koleksi yang dimiliki untuk dipamerkan. Hal ini sebagai upaya menjadikan Museum Negeri NTB sebagai pusat informasi kebudayaan yang mendunia.

Menurut Nuralam, banyak wisatawan mancanegara yang baru mengetahui bahwa NTB tidak hanya Lombok, namun ada pula Pulau Sumbawa yang juga sangat kaya dengan sejarah.

“Rata rata mereka memperkirakan bahwa  Hindu hanya ada di Bali. Ini menarik bagi mereka dan di Museum menampilkan keberagamaan atau heterogen budaya NTB. Aada tiga suku besar dan banyak lagi suku-suku yanf membentuk beragam kebudayaan di NTB,” katanya.

 Dengan koleksi mencapai 7.000 buah berupa koleksi sejarah, biologi, geologi, arkeologi, budaya, dan keramik, Museum Negeri Negeri merupakan museum terlengkap di wilayah NTB. Museum yang diresmikan tahun 1982 ini dikelola dengan sangat apik. Penempatan barang koleksi yang sesuai ruangan membuat para pengunjung dengan nyaman menikmati koleksi-koleksi yang ditampilkan. Ditambah dengan suhu yang pas, kondisi koleksi museum pun terjaga dengan baik. (ham/ris)