Belum Ditangani, Abrasi Sungai Semakin Dekat ke Pemukiman

0
Rumah warga di Dusun Pemegatan Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong terancam abrasi sungai. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Abrasi sungai di Dusun Pemegatan Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong menggerus hampir 500 meter lahan di aliran sungai tersebut. Kondisi abrasi kian parah akibat hujan lebat, Sabtu, 2 Desember 2023. Jarak abrasi dengan pemukiman sangat dekat, bahkan salah satu rumah warga hanya berjarak beberapa meter saja. Dikhawatirkan jika hujan susulan, rumah warga akan ambruk terkena abrasi sungai tersebut.

Selain rumah, abrasi juga memutus jalan yang ada di daerah itu. Bahkan, jembatan penghubung ke dusun itu juga terancam.

Kepala Desa Taman Baru H. Padillah mengatakan, akibat hujan lebat Sabtu lalu, menyebabkan abrasi sungai kian parah. “Bahkan abrasi nyaris mengenai rumah warga, hampir jatuh rumah warga kami. Sudah hampir ndak ada jarak (abrasi dengan rumah warga),” katanya akhir pekan kemarin.

Rumah warga atas nama Nasrullah ini, sudah hampir tak ada jarak dengan bibir sungai yang abrasi.  Selain rumah Nasrullah, ada juga rumah warga lain yang terancam abrasi. Jumlahnya sekitar 5-6 rumah. “Ada 5-6 rumah yang rawan terkena abrasi itu,” sebutnya.

Sebab kondisi tanah itu labil, jangankan terkena hujan dan hempasan air, dihempas angin besar saja tanah itu akan abrasi. Dijelaskan, abrasi sungai sudah berlangsung sejak tahun akhir tahun awal tahun 2022. Banjir bandang terjadi di wilayah sekitar, menyebabkan sungai abrasi merobohkan tiang listrik dan jalan desa di dusun setempat terputus. Jalan itu dibangun oleh Pemdes tahun 2017.

Bahkan ketika itu, Bupati Lobar Hj. Sumiatun yang saat itu masih menjabat Wabup dan jajaran melakukan Safari Ramadhan di desa setempat. Pihaknya mengajak Wabup dan jajaran OPD terkait mengecek lokasi abrasi tersebut. Namun hingga saat ini penanganannya belum ada kejelasan. “Waktu itu ibu (bupati) turun bersama BPBD, PU, dan OPD lainnya, mengecek abrasi,” jelasnya.

Kini dampak abrasi sudah menggerus 500 meter lahan warga di sekitar sungai. Bahkan jembatan yang satu-satunya yang menghubungkan  ke dusun itu sudah tergerus abrasi. Lambat laun jika hujan turun lagi dan abrasi tak ditangani bukan hanya rumah warga yang tergerus namun jembatannya itu juga terancam ambruk.

Karena itu pihaknya mendesak agar Pemda maupun BWS segera menangani abrasi tersebut. Pihaknya sudah mengusulkan proposal ke BWS, dan pihak terkait turun cek lokasi. “Dulu pernah kami ajukan proposal ke BWS, tapi ndak ada tindaklanjut,”tegasnya. (her)