Polda Pastikan Kasus Oknum Polisi Rudapaksa Diusut

0
Teddy Ristiawan . (SuaraNTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, memastikan akan mengusut kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan oleh oknum polisi berpangkat Brigadir usai menerima laporan dari korban berinisial PU (20). “Laporannya sudah kita terima hari Jumat (minggu kemarin), kita juga sudah melakukan pemeriksaan beberapa kali terhadap yang bersangkutan (TO, 26 tahun),” kata Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan, kepada wartawan, Jumat, 1 Desember 2023.

Teddy melanjutkan, penanganan terhadap kasus tersebut masih terus berproses. Saat ini terhadap yang bersangkutan juga sudah ditempatkan di ruangan khusus bagi polisi yang bermasalah. “Kasusnya masih terus berproses dan saat ini dia juga sudah kita tempatkan di lapas khusus anggota yang melanggar,” sebutnya.

Sejauh ini dalam penanganan terhadap kasus tersebut, pihaknya masih belum menetapkan tersangka. Karena masih harus dilakukan pemeriksaan para saksi termasuk melengkapi alat bukti lainnya untuk memperkuat perbuatan pidana. “Yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi belum kita tetapkan sebagai tersangka. Tetapi kita pastikan kasus ini masih terus berproses,” tukasnya.

Sebelumnya kuasa hukum korban, H. Muhammad Tohri Azhari menerangkan, kejadian pada Jumat (24/11) dimana korban baru 4 bulan berada di kos-kosan tersebut. Selama tinggal di sana, korban tidak ada menaruh curiga terhadap bapak kos ini sampai tega melakukan tindakan rudapaksa.

“Jadi, oknum ini sempat mondar-mandir di depan kos korban dengan alasan mengecek fasilitas kos-kosannya. Oknum ini langsung masuk ke kamar korban,” sebutnya. Kos-kosan yang saat itu dalam kondisi sepi lanjutnya, sehingga korban kaget ketika oknum polisi ini berada di dalam kamarnya. Namun korban tidak bisa melarang agar tidak masuk ke kamarnya, karena memang yang bersangkutan pemilik kosan.

“Oknum ini alasannya ingin memasangkan cermin, sementara korban sibuk main hp. Tiba-tiba oknum polisi dari belakang, langsung memegang pundak kemudian direbahkan dan terjadi kejadian itu meski korban sempat berontak,” ujarnya. Korban sempat ingin berteriak meminta pertolongan atas perbuatan yang dilakukan bapak kosnya. Namun dia tidak melakukan hal itu, karena khawatir akan dicekik atau dibunuh oleh terduga pelaku.

“Oknum Polisi ini sempat meminta maaf ke ke korban sebelum keluar dari kamar,” terangnya. Atas kejadian tersebut, korban langsung menghubungi keluarga untuk meminta tolong agar datang ke kosan. Tak berselang lama, oknum ini kembali ke kamar korban dan melihat korban tengah memegang hp, kemudian hp tersebut dilempar. “Kami berharap kasus ini bisa ditangani secara profesional dan proporsional jangan tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” tukasnya. (ils)