Pemkab Pasang Plang, Sejumlah Aset Bermasalah di Lobar Belum Bisa Dituntaskan

0
Aset di Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan dipasangkan plang oleh tim BPKAD Lobar bersama Kepala Desa Jagaraga M. Hasyim. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Badan Pengelola Keamanan dan Aset Daerah ( BPKAD) terus bergerak menyelamatkan aset daerah, salah satu cara yang dilakukan dengan melakukan pemasangan plang kepemilikan aset atau Barang Milik Daerah (BMD). Kendati demikian, sejauh ini masih ada beberapa aset bermasalah yang belum bisa dituntaskan Pemkab Lobar.

Kabid Pengelolaan BMD pada BPKAD Lobar, M Erpan, S.Si.,MM.,M.AK., mengatakan untuk penyelamatan aset daerah BPKAD lebih fokus kepada digitalisasi aset daerah di Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Lobar. Namun pemasangan plang tetap dilakukan oleh BPKAD terutama di aset daerah yang sudah terbit sertifikatnya. Seperti yang sudah dilakukan di Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan. ” Kita pasang plang di Desa Jagaraga, “ujarnya.

Aset di Desa Jagaraga yang dipasangkan plank ini merupakan aset lahan berupa tanah bekas Kantor UPT Pertanian luasnya sekitar 72 are, dimana lahan tersebut sudah terbit sertifikatnya, sehingga daerah memasang plang.  Ditegaskan Ervan, tahun ini ada sekitar 38 titik aset daerah yang sudah terbit sertifikatnya.” Ada 38 titik aset daerah yang terbit sertifikatnya pada tahun ini,” ujarnya.

Pada tahun ini BPKAD memang tidak menganggarkan untuk pemasangan plang di titik aset daerah, BPKAD hanya menghabiskan sisa plank yang masih tersisa yang jumlahnya sekitar 20 plank BMD yang belum terpasang, nantinya semua plank itu akan dipasang di titik aset yang sudah bersertifikat. “Sisa plank yang masih ada itu yang kita pasang, ” tegasnya.

Saat ini BPKAD berusaha untuk mendigitalkan data aset daerah, tujuannya untuk keamanan data digital tanah di BTN.  “Walaupun sudah kita pasangkan plank, bisa saja dicabut, namun kalau sudah digital datanya ada di BPN, tidak akan bisa diklaim aset itu, ” ujarnya.

Terpisah anggota DPRD Lobar H. Suherman mengatakan, agar Pemda  dapat menyelesaikan permasalahan aset-aset Pemda yang bermasalah guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

“Diharapkan pemda dapat menyelesaikan permasalahan aset-aset yang bermasalah guna mendukung peningkatan PAD, ” katanya.

Beberapa titik aset daerah masih dalam sengketa dan hingga hari ini belum juga bisa diselesaikan, seperti yang ada di STIE AMM, Eks SMPN 2 Gunung Sari dan aset yang ada di Kecamatan Narmada. (her)