Kantor Bahasa NTB Berikan Bimbingan Penggunaan Bahasa Indonesia di Lingkup Pemkot Mataram

0
Kegiatan Bimbingan dan Konsultasi Penulisan Naskah Dinas Lingkup Sekretariat Daerah Kota Mataram bekerja sama dengan Kantor Bahasa NTB, Rabu, 29 November 2023.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tata Naskah Dinas merupakan salah satu materi layanan yang diampu oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB Layanan ini juga menyasar Sekretariat Daerah Kota Mataram. Jalinan kemitraan yang dilaksanakan kedua pihak telah berlangsung sejak awal tahun 2023.

Berdasarkan hasil koordinasi bersama, Sekretariat Daerah Kota Mataram menggelar kegiatan Bimbingan dan Konsultasi Penulisan Naskah Dinas Lingkup Sekretariat Daerah Kota Mataram bekerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi NTB untuk memberikan pendampingan tata naskah dinas pada Rabu, 29 November 2023.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kantor Bahasa Provinsi NTB, yaitu Kepala Kantor Bahasa NTB, Puji Retno Hardiningtyas dan staf Penerjemah Ahli Madya, Toni Samsul Hidayat, dan Biro Organisasi Sekretariat Kota Mataram, yaitu staf Analis Kebijakan Ahli Muda, Katarina Adila.

Kegiatan dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahurrahman. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai salah satu corong penggunaan tata naskah dinas yang benar di lingkup Sekretariat Daerah Kota Mataram. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen dan cara untuk memperbaiki peran pegawai sebagai ASN.

“Kegiatan Bimbingan dan Konsultasi ini sangat penting, khususnya di jajaran Setda karena ini menjadi ujung tombak sebagai fungsi regulator bagi para eksekutor. Bagaimana tata cara kita dalam membuat naskah dinas? Kalau kita salah, bagian lain akan salah. Oleh karena itu, ini menjadi vital dan menjadi barometer penulisan tata naskah dinas kita bersama. Dengan keahlian dan kompetensi, Kantor Bahasa NTB akan memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuan kita dalam mempelajari dan mempraktikkan tata naskah dinas yang benar. Pembuatan peraturan daerah dan surat menyurat dapat dikolaborasikan bersama sesuai dengan peran kita dalam tata naskah dinas,” terangnya.

Ia juga menyoroti sisi penggunaan paraf, aturan penulisan, dan ejaan kebahasaan yang merupakan proses penulisan tata naskah dinas. Penggunaan tata naskah dinas di lingkup Setda Kota Mataram sudah ada pedomannya, tetapi pembiasaan dalam mempelajari dan menelaah peraturan-peraturan perlu diperkuat kembali. Segi sifat naskah dinas pun perlu diteliti dan dipedomani dengan baik.

“Harapan besar kami, semua peserta yang hadir dari unsur seluruh bagian sebagai regulator harus lebih terdepan memahami, menguasai, dan mempraktikkan pedoman tata naskah dinas. Hasilnya nanti bisa menjadi uji pedoman pertama dalam lingkup Sekretariat Daerah Kota Mataram.
Ketika kita ragu, lemah referensi, dan lemah dalam memahami aturan, di sanalah kita perlu belajar untuk menggali dan menguatkan pemahaman pelaksanaan tata naskah dinas yang tepat. Perlu penelaahan bersama tim,” tutupnya.

Berdasarkan laporan Kepala Bagian Umum, Baiq Yuli Kusumayanti, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam menciptakan tata naskah dinas yang otentik dan dapat dipercaya. Sekretariat Daerah Kota Mataram menjadi ujung tombak dalam penyelenggaraan tata naskah dinas yang menjadi muara bagi berbagai bagian. Dalam penulisan tata naskah dinas, Setda Kota Mataram berpedoman pada peraturan yang berlaku, tetapi tidak semua pegawai memahami dari segi kaidah kebahasaan.

Pihak Pemerintah Kota Mataram menitikberatkan pembahasan kegiatan ini seputar persoalan kelemahan administrasi, kelemahan dalam memahami peraturan tata naskah dinas, dokumentasi persuratan yang harus ditertibkan pendigitalisasiannya, informasi surat yang harus jelas, dan temuan malaadministrasi publik.

Kegiatan ini menghadirkan 30 peserta yang terdiri atas sembilan perwakilan bagian. Materi berjumlah dua materi yang dipilih sebagai lalu lintas persuratan untuk menertibkan kaidah tata naskah dinas dan kebahasaan.

Materi pertama terkait dengan Peraturan Wali Kota Mataram Nomor 49 Tahun 2023 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kota Mataram disampaikan oleh Analis Kebijakan Ahli Muda, Katarina Adila. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Kepala Kantor Bahasa NTB, Puji Retno Hardiningtyas dengan tema Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas.

Sebelumnya, ia menyampaikan tugas dan fungsi Kantor Bahasa NTB yang selaras dengan tujuan kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa penyampaian materi bahasa yang baik adalah bahasa yang dapat dipahami oleh mitra lembaga. Materi fokus pada pedoman tata naskah dinas, pejabat yang menandatangani surat, isi surat yang berkaitan dengan kaidah kebahasaan, bahasa Indonesia dalam berbagai ranah, jenis tata naskah dinas dalam lingkup pemerintahan, gaya selingkung tata naskah, baik dalam tata naskah dinas pemerintah daerah maupun kementerian, regulasi kebahasaan dan kesastraan, ragam bahasa dari segi sarana pemakaiannya, baik lisan maupun lisan yang dituliskannya, serta materi sejenisnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan bedah contoh beragam jenis tata naskah surat yang disusun oleh Sekretariat Daerah Kota Mataram. Pada sesi ini, narasumber kegiatan disampaikan oleh Toni Samsul Hidayat. Ia memaparkan berbagai contoh kata baku dan tidak baku, membedah beberapa contoh surat, mulai dari surat undangan, nota dinas, dan pengumuman. Diskusi berlanjut dengan penggunaan dan pemilihan kata, ejaan baku dan tidak baku, dan penyusunan surat berdasarkan jenis dan kriterianya. (ron)