Jaksa Eksekusi Mantan Kadisos Kabupaten Bima ke Lapas

0
Nampak Sirajudin saat akan dilakukan eksekusi ke lapas kelas IIA Lombok Barat . (SuaraNTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Bima, melakukan eksekusi terhadap terdakwa Sirajudin di perkara korupsi dana bantuan sosial kebakaran Kabupaten Bima tahun 2020 ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat. “Iya, hari ini (kemarin,red) setelah kita terima putusan dari Mahkamah Agung (MA) langsung kita eksekusi ke lapas kelas IIA Lombok Barat setelah sempat kita tunda,” kata Kasi Intelejen Kejari Bima Debi F Fauzi, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat, 1 Desember 2023.

Debi memastikan, terdakwa Sirajudin divonis 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Sedangkan untuk terdakwa Ismud dan Sukardin sudah dilakukan eksekusi sebelumnya. “Eksekusi terhadap terdakwa sempat kita tunda, karena alasan sakit. Setelah kondisinya pulih langsung kita lakukan eksekusi,” sebutnya.

Sebelumnya dalam perkara ini, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Mataram menjatuhkan vonis bebas terhadap para terdakwa. Adapun susunan majelis hakim tersebut adalah Mukhlasuddin sebagai hakim ketua dengan anggota Mahyudin Igo dan Fadhli Hanra.

Mereka yakni mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima Andi Sirajudin bersama Ismud, mantan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminam Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Bima Ismud dan Sukardin yang berperan sebagai pendamping penyaluran dana bansos.

Hakim dalam putusan, Senin (17/4), menyatakan bahwa tidak ada menemukan fakta yang berkaitan dengan bukti ketiga terdakwa menerima uang hasil pemotongan dana bansos kebakaran. Hakim pun menilai uang Rp105 juta itu sebagai bentuk keihklasan para penerima kepada pihak dinas yang telah membantu membuatkan surat pertanggungjawaban pencairan dana tahap pertama.

Pemberian uang secara ikhlas kepada pihak dinas itu pun dinilai terjadi usai para penerima bantuan menerima kiriman dana ke masing-masing rekening perbankan. Sebelumnya jaksa penuntut umum menuntut Andi Sirajudin selama 3 tahun penjara subsider 6 bulan kurungan penjara dan denda Rp250 juta. Sementara dua terdakwa lainnya Ismud dan Sukardin dituntut 2 tahun penjara subsider 3 bulan dan denda Rp100 juta. (ils)