Dorong Pengembangan Bioenergi di Indonesia

0
Kegiatan Bioenergy Goes to Campus (BGTC) Chapter-17 bertempat di Scientific Lecture Hall Unram pada Kamis, 30 November 2023.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bioenergy Goes to Campus (BGTC) Chapter-17 bertempat di Scientific Lecture Hall Unram pada Kamis (30/11). Acara ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

 Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Prof. Bambang juga menyampaikan tentang pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi saat ini.

 “Akhir-akhir ini kita merasakan perubahan iklim di mana terjadi pergeseran musim, musim hujan bergeser di daerah tertentu ditandai dengan intensitas hujannya bertambah dan ada juga daerah yang intensitas hujannya berkurang. Kadang kita merasakan hujan di bulan Agustus kadang di bulan September. Semasa kami kecil dulu, biasanya hujan terjadi di bulan Oktober, jarang sekali kami merasakan hujan terjadi di bulan Juli, Agustus maupun September. Kita kemudian bertanya apa yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, badai, angin kencang yang kita rasakan saat ini. Ini semua disebabkan karena terjadinya pemanasan global,” papar Prof. Bambang.

Pemanasan global menyebabkan perubahan iklim. Peningkatan suhu menyebabkan peningkatan perbedaan tekanan. Peningkatan perbedaan tekanan ini menyebabkan terjadinya angin kencang. Peningkatan perubahan suhu juga menyebabkan peningkatan penguapan sehingga menyebabkan terjadinya hujan turun lebih deras. Hal-hal inilah yang menjadi penyebab perubahan ilkim saat ini.

Prof. Bambang lebih lanjut menjelaskan bioenergi sebenarnya adalah upaya mengurangi greenhouse gasses yang menyelimuti atmosfer, dapat dilakukan dengan penanaman pohon. Proses fotosintesis merubah senyawa air dan karbon dioksida dibantu cahaya matahari untuk diubah menjadi senyawa glukosa dan oksigen, menjadi biomasa dan menjadi bioenergi. Bioenergi didorong dengan tujuan mengurangi CO2, sehingga dapat mengurangi greenhouse gasses yang ada di atmosfer.

Di samping dimanfaatkan sebagai biofuel, bioenergi dapat diubah menjadi biochar. Biochar merupakan biomaterial yang diperkaya karbon yang dihasilkan dari pembakaran biomassa melalui proses yang disebut pirolisis. Pirolisis menghasilkan produk berupa bahan bakar padat yaitu karbon cair, cairan berupa camputan tar dan beberapa zat lainya, dan akan menghasilkan sitrat yang sulit terurai menajadi CO2 bila berupa biochar. Konsep tersebut merupakan salah satu mitigasi perubahan iklim, mengurangi dampak pemanasan global, dan memanfaatkan bioenergi.

Prof. Bambang menyampaikan harapan agar Unram dapat selalu menjadi contoh sebagai lokasi pengembangan teknologi mutakhir dan bermanfaat yang dapat diberikan kepada bangsa dan negara. Unram juga terus mendorong dosen-dosen fakultas teknik untuk membuat pompa sumur dalam yang dapat diterapkan di lahan kering sehingga dapat menumbuhkan lahan marginal yang ada sehingga dapat ditanam dua hingga tiga kali setahun.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edi Wibowo, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Unram atas terjalinnya kerja sama yang baik, sehingga kegiatan BGTC chapter-17 dapat terlaksana dengan baik dan sebagai bagian dalam rangka inseminasi dan informasi terkait program regulasi dan implementasi pengembangan bioenergi di Indonesia kepada stakeholder khususnya civitas akademika.

Edi menyebutkan bahwa BGTC merupakan bentuk sinergi EBTKE dengan civitas akademika dalam hal pengembangan energi baru dan terbarukan.

Lebih lanjut Edi menjelaskan  perubahan iklim menjadi tantangan global yang dihadapi umat manusia, meningkatnya emisi rumah kaca, ketergantungan manusia pada sumber bahan bakar fosil telah menyebabkan dampak buruk terhadap lingkungan. Dalam upaya mengatasi perubahan iklim, energi terbarukan muncul sebagai solusi. Upaya penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia mendukung ketahanan energi dan kemandirian energi di tengah tingginya konsumsi energi di dalam negeri dari sumber energi belum sustainanble. Transisi energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi salah satu program prioritas nasional.

 Bioenergy Goes to Campus Chapter-17 menghadirkan lima keynote speaker, yaitu Trois Dilisusendi, S.T., M.T. Analis Kebijakan Ahli Madya selaku Koordinator Investasi dan Kerja Sama Bioenergi dengan materi Kebijakan Pengembangan Bioenergi di Indonesia; Tri Rachmanto, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Kepala Laboratorium Komputer dan Simulasi Unram dengan materi Bioetanol dari Sorghum Manis sebagai Sumber Energi Alternatif Masa Depan; Rahayu Dwi Mampuni, S.Kom selaku Sekretariat Assosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dengan materi Potensi dan Implementasi Pengembangan Biodiesel di Indonesia; Janter Naibaho selaku Technician Bioenergy PT. PLN (persero) dengan materi Implementasi Pengembangan Pembangkit Listrik Berbasis Bioenergi dan Program Cofiring di PLN; Dr. Ichsan selaku General Manager Renewable Energy PT. Kaltimex Energy dengan materi Pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) dari Tongkol Jagung di NTB; dan bertindak selaku moderator yaitu Hendry Sakke Tira, ST., MT., Ph.D. Kepala Laboratorium Energi Baru dan Terbarukan Fakultas Teknik Unram. (ron)