Belum Terkontaminasi, Bawaslu Harap Anak Muda Jadi Garda Depan Tolak Politik Uang

0
Ketua Bawaslu NTB, Itratif mengajak anak muda jadi garda terdepan tolak politik uang.(Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Politik uang masih menjadi ancaman cukup serius dalam perhelatan Pesta Demokrasi pemilu 2024. Karena itu peran serta semua pihak termasuk generasi muda sangat diperlukan sebagai garda terdepan dalam melawan praktik kotor politik uang.

“Anak muda harus menjadi yang terdepan dalam melawan politik uang. Karena pada hakikatnya, melalui Pemilu ini, mereka tengah memperjuangkan masa depannya,” kata Ketua Bawaslu NTB Itratip di hadapkan puluhan aktivis pemuda dan mahasiswa di Mataram.

Jika generasi muda terpapar politik uang, atau bahkan menjadi bagian dari tindak pidana pelanggaran pemilu itu, maka harapan mereka tentang masa depan yang baik juga akan tercemar. Kata Itratip, saat ini anak-anak yang merupakan pemilih pemula sejatihnya belum terpapar atau terkontaminasi oleh cara-cara politik kotor.

“Harapan terbesar kita di Bawaslu itu adalah ada pada anak muda, karena kami anggap anak muda belum terkontaminasi oleh aliran politik uang. Sehingga garda terdepan menolak politik uang ada pada pemuda, karena mereka bukan pemilih pragmatis,” kata Itratif.

“Melawan politik uang itu memang harus terekam dalam alam bawah sadar anak muda. Sehingga harapannya, mereka yang bersih ini bisa menjadi mata dan telinga bawaslu di lapangan. Jika menemukan ada praktik itu, tolak uangnya, ungkap orangnya,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Akademisi Universitas Mataram, Saipul Hamdi yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menuturkan hal yang sama. Sosialisasi pengawasan tahapan kampanye tersebut dinilai penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terutama generasi milenial.

“Tidak hanya mendorong partisipasi mereka, tapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya nilai moral dalam mencegah terjadinya politik uang yang sudah sangat mengental di masyarakat kita,” kata Saipul. (ndi)