Satu Pelamar JPTP Dinyatakan Gugur

0
Anggota tim pansel JPTP Lingkup Pemkot Mataram M. Nasir didampingi Kepala BKPSDM Kota Mataram Hj. Baiq Asnayati bersama tim asesor memberikan pengarahan kepada 30 peserta seleksi JPTP sebelum dimulainya tes kompetensi dasar. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Satu orang pelamar seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Lingkup Pemerintah Kota Mataram dinyatakan gugur alias tidak lolos. Aparatur sipil Negara (ASN)  itu diketahui tidak mengikuti tahapan asesmen yang menjadi bagian penilaian.

Salah seorang pelamar yang tidak mengikuti asesmen adalah Lalu Ridwan, Sekretaris Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Lombok Tengah. Ridwan diketahui sempat menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Mataram dan mendapatkan promosi sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram sebelum akhirnya memilih bekerja di instansi vertikal.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Hj. Baiq Asnayati menyebutkan, peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Kota Mataram berjumlah 31 orang. Akan tetapi, satu orang pelamar tidak mengikuti proses asesmen yang menjadi bagian dari penilaian tim pansel. Secara otomatis yang bersangkutan dinyatakan tidak lolos atau gugur. “Iya, secara otomatis sih dia tidak lolos,” kata Asna dikonfirmasi, Kamis, 30 November 2023.

Komponen penilaian seleksi JPTP meliputi rekam jejak 20 persen, wawancara 35 persen, makalah 20 persen, dan asesmen 25 persen. Asna menambahkan, lelang terbuka tujuh jabatan pimpinan tinggi pratama berbeda dari tahun sebelumnya. Untuk asesmen peserta seleksi harus mengikuti tes kompetensi dasar menggunakan computer assisted test (CAT). Tim asesor didatangkan langsung dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali yang memiliki grade A. “Untuk tes CAT di Kantor BKD Provinsi NTB. Kebetulan tim asesor didatangkan dari Bali karena disana grade A,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Pansel JPTP Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menambahkan, tahapan seleksi meliputi asesmen, presentasi makalah, wawancara, dan rekam jejak. Komponen ini memiliki penilaian meliputi rekam jejak 20 persen, wawancara 35 persen, makalah 20 persen, dan assesment 25 persen. Adapun satu orang pelamar yang tidak mengikuti asesmen secara otomatis nilainya berkurang, sehingga berpeluang tidak lolos. “Saya belum terima laporannya, tetapi otomatis nilainya akan kurang kalau satu tahapan saja tidak diikuti,” tambahnya.

Alwan yang juga Sekda Kota Mataram mengatakan, proses seleksi JPTP dilakukan secara terbuka sehingga siapapun berhak mengawasi jalanannya tahapan seleksi. Karena itu, pejabat diminta tidak pesimis terhadap pelaksanaan karena tim pansel bekerja secara profesional. (cem)