Pemda Bayar Bunga Tiap Tahun, KPBU PJU Lobar Bebani APBD Selama 10 Tahun

0
Lampu PJU di Lobar ini akan dikerjakan melalui KPBU, namun Pemda harus menanggung utang investasi ratusan miliar selama 10 tahun. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Penerangan Jalan Umum (PJU) Lombok Barat (Lobar) akan membebani APBD mencapai ratusan miliar rupiah selama 10 tahun kontrak kerjasama berlangsung. Dimulai sejak tahun 2025 hingga tahun 2035, Pemda  selesai membayar utang investasi tersebut. Ditambah lagi Pemda dibebankan harus membayar bunga investasi.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Lobar H Ahmad Zaenuri, Kamis, 30 November 2023.  Dikatakan, nilai investasi KPBU PJU ini sebesar Rp94,9 miliar, termasuk di dalamnya bunga investasi. “Kalau dihitung selama 10 tahun, maka membengkak pembayaran (utang investasi) Pemda mencapai Rp220 miliar,” kata dia.

Pihaknya juga mempertanyakan bunga Investasi yang mesti dibayar sebesar 0,88 persen tiap tahunnya. Di mana Pemda membayar bunga miliaran rupiah tiap tahunnya.  Kalau ditotal beban investasi dan bunga yang dibayar, justru terdapat selisih. “Ini juga perlu diperjelas,” imbuhnya.

Saat ini, ungkapnya, yang perlu diperjelas terkait beberapa hal, seperti berapa jumlah bola, tiang lampu baru yang dibeli. Kemudian berapa kabel yang dibeli, sebagai bagian dari investasi pihak perusahaan tersebut. “Ini yang belum kita tahu dari nilai investasinya yang senilai Rp94 miliar itu. Harus kita dikasih tahu dong, investasi yang dibeli dari Rp94 miliar itu,” katanya.

Sebab dalam proyek KPBU itu, perusahaan investasi untuk pemasangan PJU, ehingga hal ini pun perlu diberitahu ke DPRD, investasinya berupa apa saja, baik itu tiang baru, lampu baru dan kabel baru yang dibeli. Kemudian dimana titik-titik PJU dan berapa kWh yang dipasang, karena harapannya ke depan begitu take over  dan selesai kontrak dengan Pemda, yang diserahkan ke Pemda itu jelas.

“Karena itu nanti menjadi bagian milik Pemda Lobar. Kenapa Pemda Lobar memiliki investasi Rp94 miliar itu, karena kita bayar investasi tiap tahun Rp22 miliar,”ujarnya.

Hal ini menurutnya penting dijelaskan, karena bisa saja lampu dan tiang yang sudah ada diklaim. Dan bagaimana Pemda mengontrolnya, juga perlu dipastikan. Terkait KPBU ini, Dewan sudah lebih awal mengingatkan Pemda. Pasalnya, KPBU ini dinilai melanggar komitmen yang tertuang dalam kesepakatan bersama, lantaran salah satu item dikeluarkan yakni daya listrik atau KWh (kilowatt-hour) tanpa diketahui DPRD. Pada kesepakatan awal, dalam Pembayaran Ketersediaan Layanan (Availability Payment/AP) yang disepakati nilainya Rp22 miliar. Di mana dalam ekspose, sebelum disepakati AP itu, peruntukan AP itu ada lima Item.

Lima item yang dimaksud, diantaranya pertama untuk pembayaran investasi, bunga Investasi, perawatan lampu penerang jalan selama satu tahun, terakhir itu pembayaran kWh PJU. “Itu inklud di Rp22 miliar. kWh PJU dikeluarkan, padhal itu bagi kami AP Rp22 miliar itu bagian dari persetujuan DPRD Lobar,”tegasnya.

Justru pihak dewan saat itu minta supaya AP Rp22 miliar itu dibatalkan dulu untuk dilakukan review kembali. Dalam arti perbaiki isi dan nominalnya. Kalaupun tetap AP Rp22 miliar tidak dipermasalahkan Dewan, hanya saja persoalannya yang perlu diketahui kWh itu inklud pada AP Rp22 miliar namun itu dikeluarkan.

Sementara itu, Kabid Sarpras Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar Kadarusman mengatakan, semua ruas jalan kabupaten yang ada di 10 kecamatan tercover KPBU PJU. Termasuk juga beberapa titik ruas jalan nasional, provinsi, hingga sejumlah titik ruas jalan lingkungan. Kadarusman mengaku, di seluruh wilayah Kabupaten Lobar akan dipasangkan 12.915 PJU.

Setelah penandatanganan PKS ini, ada waktu enam bulan untuk membuat susunan dasar, survei awal, serta beberapa tahap pra kontruksi. Setelah itu baru masuk masa kontruksi atau pembangunan PJU. “Masa kontruksi ini direncanakan selama setahun,” ujarnya.

Ia berharap, pelaksanaan pemasangan belasan ribu PJU itu nantinya berjalan lancar. Kadarusman mengatakan, dengan adanya PJU di seluruh ruas jalan, tidak ada lagi jalan raya yang gelap. “Kita berdoa, mudah-mudahan lancar dan sesuai harapan,” tutupnya. (her)