Minimalisasi Risiko Kegagalan Bisnis Lewat Workshop Startup-Inovasi

0
Workshop Startup-Inovasi dengan tema “Startup to Build Your Bussines Experience in The Digital Era” di Ruang Sidang Utama LPPM Unram.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Inkubator Bisnis dan Inovasi (Kubinov) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM Unram) menggelar kegiatan workshop Startup-Inovasi dengan tema “Startup to Build Your Bussines Experience in The Digital Era” bertempat di Ruang Sidang Utama LPPM Unram, pada awal pekan ini.

Dalam kesempatan ini, hadir Koordinator Riset, Prof. Ir. Buan Anshari, M.Sc.(Eng)., Ph.D., mewakili Kepala LPPM; Dr. Didy Ika Supryadi, SE., MM. selaku Koordinator Kubinov; Abdurrahman, SE., MM., selaku Ketua Panitia Workshop Startup Inovasi tahun 2023; dan segenap pengurus Kubinov LPPM Unram.

Mengawali kegiatan workshop startup inovasi, Abdurrahman, SE., MM. selaku Ketua Panitia melaporkan kegiatan workshop ini dihadiri 50 peserta (tenant) yang berasal dari mahasiswa, dosen, alumni Unram, dan masyarakat umum (pelaku UMKM).

Lebih lanjut dosen muda Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unram ini menegaskan, kegiatan ini bertujuan agar para pengusaha pemula (startup) dapat meminimalisasi risiko kegagalan bisnis, mempersiapkan rencana bisnis yang baik, mengetahui model bisnis yang efektif dan efisien. “Dan selanjutnya merancang rencana aksi usaha yang akan dieksekusi dalam rentang waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Startup merujuk pada bisnis yang berfokus pada pertumbuhan cepat dengan penggunaan teknologi yang inovatif. Unram melalui LPPM membaca potensi startup cukup berkembang di Indonesia, sehingga menjadi tren dalam inkubator bisnis yang mencakup mahasiswa atau mahasiswi di perguruan tinggi. Hal ini disebabkan konsep dan program inkubasi yang ditawarkan kepada calon wirausaha yang mempunyai ide potensial dalam bisnis.

Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan generasi muda berkarakter dan berdaya saing tinggi yang nantinya akan menjadi game changer di tengah tantangan dan perubahan yang dihadapi masyarakat dunia saat ini.

Kemampuan adaptasi tinggi, kompetitif dan berjiwa entrepreneur merupakan prasyarat utama yang perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini agar dapat menjadi job creator atau technopreneur. Talenta-talenta dari perguruan tinggi yang berdaya saing akan sangat mendukung pengembangan dunia usaha. Talenta tersebut nantinya juga akan memainkan peranan penting dalam proses transformasi ekonomi digital.

Prof. Ir. Buan Anshari, M.Sc.(Eng)., Ph.D. selaku Koordinator Riset dalam sambutannya menyampaikan perguruan tinggi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) dapat mengakselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM. Perguruan Tinggi menjadi salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif. Sehingga bisa menghasilkan berbagai karya untuk mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia.

Perguruan tinggi juga diharapkan bisa mencetak para lulusannya menjadi technopreneur yang nantinya memiliki peluang usaha, peluang berbisnis dan peluang berkompetensi dalam memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini.

“Saya berharap para peserta Workshop Startup Inovasi dapat mengembangkan kemampuan soft-skill maupun hard-skill dan yang terpenting adalah membangun jaringan, baik jaringan lokal, regional, maupun global,” tutur Prof. Buan.

Terdapat beberapa pilar untuk daya saing dalam kehidupan berbangsa, antara lain pilar ilmu pendidikan dan pengetahuan, serta inovasi dalam suatu negara yang dapat mempengaruhi tingkat laju daya saing bangsa. Pendidikan menjadi salah satu senjata yang strategis untuk memajukan kecerdasan generasi bangsa. Pendidikan juga diharapkan sebagai upaya mengatasi kemiskinan, kebodohan, pengangguran dan banyak hal yang membuat bangsa kita tertinggal jauh dari bangsa lainya.

Melalui pendidikan diharapkan generasi bangsa terus berinovasi, berkarya dan berwirausaha tidak hanya menjadi entrepreneur tetapi bisa menjadi technopreneur yang siap menghadapi tantangan di era globalisasi, era revolusi 4.0 dan yang saat ini sedang siapkan adalah era society 5.0, di mana saat ini arus informasi teknologi semakin berkembang pesat.

Dr. Didy Ika Supryadi, SE., MM. selaku Koordinator Inkubator Bisnis dan Inovasi (Kubinov) LPPM Unram menegaskan harapannya. “Workshop ini merupakan kesempatan yang bagus bagi kita semua untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan kemampuan dalam merintis dan mengembangkan startup yang inovatif,” ujarnya.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME., dengan materi Perizinan Usaha; CEO Besiru.Hub, Ir. Anas Amrullah dengan materi Bussiness Model Canvas; dan Lalu Refma Gunarsyah perwakilan Gerakan 1000 Startup regional dengan materi Desain Promosi Menggunakan Aplikasi Canva atau aplikasi yang berbasis AI (Artificial Intelligence); serta Baiq Sekar Pertiwi, SH. selaku Founder Gemma Creative dengan materi Digital Marketing. (ron)