Kampanye Pemilu 2024, Bawaslu Gandeng Kominfotik NTB Awasi Konten Digital dan Keamanan Siber

0
Kabag Pengawasan dan Humas Bawaslu NTB, Ida Ayu Wayan Manik membangun kerjasama dengan pihak Kominfotik mengawasi konten kampanye digital dan kemanan siber selama pemilu 2024.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Bawaslu Provinsi NTB menggandeng Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB dalam pengawasan konten kampanye digital pemilu 2024 di media sosial dan keamanan Siber. Pasalnya Bawaslu memotret potensi kerawanan pelanggaran pemilu di media sosial cukup tinggi.

Bawaslu NTB yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengawasan dan Humas, Ida Ayu Wayan Manik Kurniawati, bertandang ke Dinas Kominfotik NTB untuk audiensi rancangan kerja sama pengawasan konten pemilu di internet dan keamanan siber selama tahapan pemilu berlangsung, terutama pada masa kampanye.

“Harapan kami di Bawaslu tentu bisa berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menjaga ruang digital tetap aman. Karena sekarang sudah masuk tahapan kampanye, jadi pasti banyak berita negatif dan hoaks yang menyebar,” ungkap Dayu pada Kamis, 30 November 2023.

Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), ada dua potensi kerawanan tinggi di NTB. Pertama netralitas ASN dan kedua kerawanan kampanye di media sosial, dimana Kabupaten Lombok Timur masuk dalam 5 besar paling rawan di seluruh Indonesia.

“Kerawanan di NTB salah satunya soal kampanye di medsos, dan kabupaten Lombok Timur itu masuk 5 besar paling rawan. Disini rawannya soal waktu, kedua soal konten, ketiga soal orang atau aktornya. Kami berharap kerjasama ini dapat diimplementasikan dengan baik untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas dan kondusif,” sebut Dayu.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Eni Suryani, mengatakan bahwa pada prinsipnya pihak Diskominfotik terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun, termasuk dengan Bawaslu terutama berkaitan dengan Pemilu dan menjaga ruang publik tetap positif.

Eni Suryani yang didampingi Safrudin yakni Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfotik NTB. Mengatakan bahwa di masa Pemilu jumlah ancaman dan serangan siber meningkat secara signifikan.

“Saat pemilu memang banyak laporan serangan siber, kami bertugas untuk menjaga website pemerintah tetap aman dari serangan siber, ada CSIRT yang dibentuk di pusat dan diturunkan di daerah,” ungkapnya.

Kerjasama yang diinisiasi oleh Bawaslu NTB tersebut dapat diimplementasikan di bidang penyebaran informasi publik. Pihak Kominfotik NTB siap membantu Bawaslu untuk menetralisir penyebaran informasi hoaks. “Kami bisa bantu untuk sebarluaskan informasi-informasi kredibel dari Bawaslu, terutama terkait Pemilu. Untuk klarifikasi hoaks atau berita negatif yang ditemukan oleh Bawaslu, kita juga bisa bantu untuk amplifikasi ke khalayak umum melalui platform kami,” jelasnya. (ndi)