Gelar Puspa, Kesejahteraan Perempuan dan Anak Jadi Tanggung Jawab Bersama

0
Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri didampingi Kepala DP3A Kota Mataram Hj. Dewi Mardiana Ariany memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Forum Puspa Kota Mataram tahun 2023 di aula Kantor Walikota Mataram, Kamis, 30 November 2023. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram menggelar partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Puspa) pada Kamis, 30 November 2023. Keberpihakan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak tidak hanya di pemerintah melainkan tanggungjawab bersama.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menyampaikan, pembentukan forum Puspa Kota Mataram sebenarnya telah terlaksana sejak tahun 2017, tetapi forum ini belum berjalan efektif dengan berbagai kendala. Pembentukan Forum Puspa menjadi salah satu kriteria penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dan kabupaten/kota layak anak (KLA). “Jadi ini juga menjadi salah satu penilaian APE dan KLA,” kata Dewi.

Menurutnya, keberpihakan terhadap kesejahteraan perempuan dan anak bukan hanya tanggungjawab pemerintah melainkan tanggungajawab dari seluruh elemen masyarakat baik itu tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan media massa. Seluruh elemen ini harus bergerak bersama dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak.

Dewi mengatakan, kesenjangan ekonomi masyarakat terjadi antara perempuan dan laki-laki. Pendapatan laki-laki tercatat Rp20 juta sedangkan perempuan Rp11 juta. Kesenjangan ini perlu dipikirkan bersama untuk membangun sinergi dan berkolaborasi. “Pelaksanaan di lapangan membutuhkan kesabaran dan semua elemen harus bergandengan tangan,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengatakan, konsep pentahelix baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan media massa harus berjalan beriringan. Forum Puspa ini bisa menjadi wadah untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak di Kota Mataram.

Forum Puspa harus merumuskan program yang mendukung kesejahteraan perempuan dan anak, sehingga sinergitas ini dinilai penting. “Insya Allah, Pemkot Mataram siap mengalokasikan anggaran untuk mendukung program ini,” kata Sekda.

Alwan mengingatkan forum ini harus berjalan dan setelah terbentuk tidak boleh mati suri. Oleh karena itu, ia mendorong pertemuan rutin harus dimulai tidak hanya saat agenda formal saja melainkan agenda-agenda kecil mendiskusikan dinamika atau persoalan perempuan dan anak yang terjadi di Kota Mataram. (cem/*)