Dua Tersangka Kasus Korupsi Perusda KSB Segera Disidang

0
Tersangka Sadiksyah dan Engkus Kuswoyo dikawal penyidik Kejaksaan Negeri KSB saat akan dibawa ke Mataram untuk menjalani persidangan.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Penanganan kasus korupsi dana penyertaan modal Perusda atau Perusahaan Umum Daerah Bariri Aneka Usaha (Perumdam Barinas) Kabupaten Sumbawa Barat oleh kejaksaan memasuki babak baru. Di mana Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat kini telah melimpahkan dua orang tersangka kasus tersebut ke Jaksa Penuntut Umum.

Proses pelimpahan dua tersangka kasus Perusda untuk kemudian segera disidangkan itu berlangsung, Kamis, 30 November 2023. Tersangka masing-masing Sadiksyah mantan Plt Direktur Perusda KSB tahun 2011-2019 dan Engkus Koeswoyo Pemilik CV Putra Andalan Marine (CVPAM) dengan mengenakan rompi tahanan sekitar pukul 16.00 Wita, nampak keluar dari dari gedung Kejaksaan KSB dikawal oleh penyidik untuk langsung dibawa menuju Mataram guna menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Mataram.

Terhadap kedua tersangka oleh Jaksa Penuntut Umum akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Keputusan itu berdasarakan surat penahanan masing-masing yang diterbitkan per tanggal 30 November 2023. “Penahanan terhadap keduanya dapat dilakukan perpanjangan jika diperlukan,” kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri KSB, Rasyid Yuliansyah kepada wartawan.

Dijelaskan Rasyid, pelimpahan kedua tersangka itu setelah Jaksa Penuntut Umum menyatakan berkas perkara mereka dinyatakan lengkap (P21). Untuk Tersangka Sadiksyah, berdasarkan nomor P-21 : B-768/N.2.16/Ft.1/11/2023 tanggal 29 November 2023 sementara tersangka Engkus Kuswoyo berdasarkan nomor P-21 : B-771/N.2.16/Ft.1/11/2023 tanggal 29 November 2023.

“Nanti oleh Jaksa Penuntut Umum akan segera mepimpahkan kedua tersangka ke Pengadilan Negeri Tipikor Mataram untuk disidangkan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, kedua tersangka akan didakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Perusda KSB, periode tahun anggaran 2016 sampai 2021.

Baik Sadiksyah maupun Engkus Kuswoyo, disangkan dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidiair: Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dari perbuatan kedua tersangka telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.250.000.000,- (dua miliar dua ratus lima puluh juta)  berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara (PKKN) oleh BPKP NTB dengan Nomor PE.03.03./SR/LHP/-488/PW23/5/2023 tanggal 6 Oktober 2023,” papar Rasyid.

Dalam proses penyerahan kedua tersangka kepada Jaksa Penuntun Umum, tim penyidik juga turut menyerahkan sejumlah barang bukti. Disebutkan Rasyid ada 7 (tujuh) bidang tanah yang merupakan aset para tersangka yang disita penyidik turut diserahkan barang bukti. “Selain itu ada juga sejumlah dokumen lain yang menguatkan adanya tindakan kejahatan kedua tersangka pada kasus Perusda itu,” tukasnya. (bug)