Seleksi JPTP, Rekam Jejak Pelamar akan Ditelusuri

0
Sejumlah peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemkot Mataram mengikuti asesmen yang mulai digelar pada Rabu, 29 November 2023. Rekam jejak pelamar akan ditelusuri sebagai bagian dari penilaian. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pelamar seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkup Pemerintah Kota Mataram mulai menjalani asesmen. Hasil asesmen akan dijadikan rujukan penilaian. Tim panitia seleksi (pansel) juga akan menelusuri rekam jejak pelamar.

Ketua Tim Panitia Seleksi JPTP yang juga Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri membenarkan, pelamar seleksi JPTP di lingkup Pemerintah Kota Mataram sedang menjalani asesmen. Tim asesmen didatangkan langsung dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali guna menjamin pelaksanaan seleksi secara transparan dan profesional. “Asesmen berlangsung selama tiga hari. Sebenarnya KASN merekomendasi dua instansi yakni BKD Bali masuk tipe A dan Lembaga Akreditasi Negara tetapi kita pilih yang dekat saja,” kata Alwan ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 29 November 2023.

Proses asesmen akan mengetahui kemampuan manajerial dan kepemimpinan pejabat. Selain itu, pelamar juga akan mengikuti tes kompetensi dasar menggunakan computer assisted test (CAT). Tes kompetensi dasar ini merupakan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) RI.

Tahapan penting pada proses seleksi JPTP ini adalah rekam jejak. Rekam jejak kata Alwan, bisa diketahui dari Inspektorat maupun laporan dari masyarakat. Laporan dari auditor pengawas internal pemerintah ini berkaitan dengan temuan kerugian negara, apakah pelamar memiliki temuan berkaitan dengan kelebihan pembayaran gaji, honor, dan lain sebagainya. Adapun laporan dari masyarakat bisa berupa pengaduan dari staf maupun pimpinannya.

Menurutnya, rekam jejak ini memiliki skor dan mempengaruhi penilaian. “Jadi ada skor tersendiri untuk rekam jejak ini,” ujarnya.

Komponen penilaian seleksi JPTP meliputi rekam jejak 20 persen, wawancara 35 persen, makalah 20 persen, dan asesmen 25 persen. Ia meminta masyarakat maupun media massa mengawasi proses seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Kota Mataram. Pelaksanaan dilakukan secara terbuka dan siapapun bisa mengetahui seluruh tahapan pelaksanaan seleksi.

Alwan menargetkan, hasil lelang tujuh jabatan pimpinan organisasi perangkat daerah segera rampung sehingga tanggal 7 Desember 2023 hasilnya bisa diserahkan langsung ke pejabat pembina kepegawaian. “Insya Allah, pelantikan bisa akhir Desember atau paling telat awal Januari 2024. Semuanya nanti tergantung dari Pak Wali,” demikian kata dia. (cem)