Proyek Penataan Senggigi Harus Berkontribusi pada PAD

0
Proyek penataan Senggigi ini dinilai tak memberi dampak besar terhadap pendapatan daerah Lobar.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek penataan kawasan Senggigi yang menelan anggaran belasan miliar dari pinjaman daerah, sejauh ini belum dirasakan dampaknya yang signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Justru yang terjadi di lapangan banyak lampu hias yang dibangun dari hutang daerah itu yang hilang dan mati menjadi beban daerah memperbaikinya.

Ketua Komisi II DPRD Lobar, H. Abubakar Abdullah menegaskan, proyek penataan Senggigi salah satu produk Pemkab yang dinilainya salah kaprah. Penataan ini sudah selesai dan berjalan selama beberapa tahun lalu. ‘’Tapi apa dampaknya bagi Daerah (PAD)?, Ndak jelas. Dari awal saya sampaikan bahwa ini salah kaprah,” tegas politisi PKS ini, kemarin.

Menurutnya, dulu Senggigi itu terkenal dengan pemandangannya. Kemudian Pemkab menata dengan membangun gardu pandang. Justru itu menghalangi pemandangan.

Seharusnya penataan kawasan harus dilakukan secara alami. Sehingga Senggigi itu bisa mengundang orang datang. Lagi-lagi Pemkab menata dari pinjaman daerah, yang justru itu bermasalah karena ambruk beberapa tahun lalu. Hingga kini perbaikannya belum selesai dilakukan. “Justru itu jadi beban daerah,” ujarnya. Alih-alih bisa meningkatkan pendapatan daerah, justru menjadi problem karena membangun fasilitas di tempat orang.

Fasilitas jalur masuk ke dermaga yang juga ditata Pemda justru justru tak tertata rapi. Kondisi semerawut akibat adanya PKL yang ada di jalur masuk tersebut. Seharusnya di kawasan itu, diatur zona PKL, kuliner dan tamu yang bisa menikmati pemandangan di sana.

“Itu seharusnya di tata, di mana tempat ditaruh, zona untuk tamu begitu datang mereka nyaman melihat pemandangan, zona Kuliner dan PKL,”ujarnya. Menurutnya kalau Pemda ingin mendapatkan pendapatan, seharusnya dermaga itu ditata dipercantik dan dibenahi fasilitasnya dengan maksimal.

“Kalau itu dibenahi maksimal, maka pendapatan daerah akan lebih besar,”tegasnya. Ia sangat menyayangkan anggaran pinjaman daerah itu, justru tak berdampak besar terhadap daerah, terutama dari sisi kenyamanan dan pendapatan daerah. “Kan mau minjam untuk mendapatkan penghasilan daerah dan pelayanan maksimal bagi tamu,” tutupnya. (her)