Orang Tua Nikah Dini, Dua Balita di Lobar Alami Gizi Buruk

0
Lurah Dasan Geres Umar Sarapudin saat turun ke balita gizi buruk di daerahnya.(Suara NTB/Ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Dua balita di Lombok Barat (Lobar) diduga mengalami gizi buruk. Kedua balita ini masing-masing Arsila dan Kinanti berdomisili di Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung. Tempat tinggalnya dekat dengan kantor Pemkab Lobar. Kedua balita tersebut berasal dari keluarga tak mampu dan mengalami sakit polio. Orang tua salah satu dari penderita gizi buruk ini menikah usia dini dan pergi merantau.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tripat, dr. H. Kaspan yang dikonfirmasi media membenarkan kalau balita yang terindikasi gizi buruk tersebut dirawat di RSUD Tripat. “Curiga ke arah gizi buruk,” jelasnya, dikonfirmasi Rabu, 29 November 2023. Pihaknya pun sudah melakukan penanganan terhadap balita ini. Penanganan yang dilakukan terhadap nutrisinya, pemberian makanan tambahan diatur. Kemudian kalau ada penyakit penyertanya, itu yang ditangani oleh tim medis.

Selama beberapa hari ditangani di RSUD, kondisi balita ini pun sudah membaik. “Susunya yang tidak cocok, dan sudah diganti, sekarang naik sih berat badannya,” jelasnya.

Terpisah, Lurah Dasan Geres, Umar Sarapudin mengatakan, dua balita yang terindikasi gizi buruk masing-masing bernama Arsila Naura Rifkia asal Lingkungan Cemara Karang Tengak dan Kinanti berasal dari Lingkungan Bawak Gunung.   “Dua balita dinyatakan alami gizi buruk, dan sudah mendapatkan penanganan,” kata Umar.

Dikatakan, kedua balita ini sudah menjalani penanganan di RSUD Tripat. Dan salah satu balita atas nama Kinanti dipulangkan karena kondisi membaik. Keberadaan balita gizi buruk ini pun sudah diidentifikasi oleh Kelurahan bersama puskesmas. Kondisi balita ini awalnya didiagnosa memiliki berat badan sangat kurang. Sejak beberapa bulan lalu, berat badan mengalami penurunan drastis hingga sekitar 3 kilogram lebih. Pada bulan keempat, pihak kelurahan dan keluarga pun mengkonsultasikan ke pihak dokter di puskesmas untuk penanganan dan diberikan resep susu.

“Tapi penanganan tidak berhasil dalam satu bulan, akhirnya kita ambil tindakan,” ujarnya. Sehingga atas pertimbangan supaya mendapatkan penanganan medis dan asupan gizi yang maksimal, kedua balita itupun dirawat inap secara intens di RSUD Tripat.  “Karena selama di rumah dia tidak bisa terawat secara maksimal, sehingga semakin menurun berat badannya,” jelasnya.

Kondisi saat ini, kedua balita sudah membaik. Orang tua dari salah satu balita ini diketahui menikah di bawah umur, sehingga belum tahu cara menangani anaknya.  Kondisi ekonomi keluarga juga kurang mampu, karena pekerjaan orang tuanya serabutan.

Sedangkan orang tua dari balita lainnya, ibunya menderita polio sehingga tidak normal berjalan. Sedangkan bapaknya pergi merantau bekerja ke luar daerah. “Ibunya cacat polio, tidak bisa normal berjalan,” imbuhnya. Akibat kondisi ibunya, menyebabkan tidak maksimal menangani anaknya. Untungnya ada neneknya yang membantu. Untuk membantu keluarga membeli kebutuhan susu dan Pampers serta kebutuhan lain dari balita ini, pihaknya berkoordinasi dengan BAZNAS Lobar. “Dan Alhamdulillah BAZNAS sudah turun membantu,”ujarnya. (her)