Lobar Harus Kendalikan Alih Fungsi Lahan Produktif

0
Lahan produktif di Lobar tergerus pembangunan perumahan.(Suara NTB/her)

Giri Menang (suara NTB) – Penyusutan lahan pertanian produktif di Lombok Barat harus menjadi perhatian serius Pemkab setempat. Pasalnya, sektor pertanian ini menjadi salah satu andalan pendukung PDRB pertumbuhan ekonomi masyarakat Lobar. Sementara lahan pertanian ini terancam akibat alih fungsi lahan yang tak terkendali.

Koordinator Fungsi Statistik Neraca BPS Lobar, Tri Harjanto menerangkan sektor pertanian menjadi pendukung yang menyokong pendapatan domestic regional bruto (PDRB) tertinggi dari lima Sektor di Lobar.  Namun dilihat dari jumlah alih fungsi lahan lumayan begitu massif. “Ini harus kendalikan Pemda,” jelasnya, kemarin.

Pihaknya telah merekap data alih fungsi lahan untuk perumahan, pada tahun 2022 terdapat 28 hektar. Kalau dikalkulasi secara keseluruhan, alih fungsi lahan besar. Yang dikhawatirkan dalam jangka waktu panjang, maka lahan ini akan tergerus. Seperti di Gunungsari, lahan pertanian sudah menyusut.

Menurutnya, pihak BPS sendiri berharap Pemda Lobar agar menggunakan lahan seperlunya sesuai kebutuhan. Karena tentu tidak bisa dielakkan penggunaan lahan untuk tempat tinggal. ‘’Namun diharapkan jangan terlalu masif, dalam arti, ketika membangun perumahan memang peruntukannya untuk tempat tinggal, bukan untuk investasi,” jelasnya.

Memang perumahan ini ada kontribusi ke daerah berupa PBB, namun konsekuensi Pemda harus kehilangan banyak produksi pertanian. Pemda mesti lebih ketat dalam mengalihfungsikan lahan. Artinya, kalau ketika warga butuh dibangunkan lima unit maka yang disiapkan lima unit. “Jangan dibangunkan 100,” ujarnya. (her)