Kolaborasi dengan Ummat, Sosialisasi Kalender Hijriah Global Terpadu untuk Bali, NTB, dan NTT akan Digelar di Mataram

0
Rektor Ummat, Abdul Wahab (duduk, paling kiri) bersama Ketua Panitia Seminar dan Sosialisasi Kalender Hijriah Global Terpadu, Zaenuddin (duduk, kedua dari kiri) berfoto bersama dengan sebagian civitas Ummat seusai rapat pada Rabu, 29 November 2023.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Seminar dan Sosialisasi Kalender Hijriah Global Terpadu (KHGT): Kolaborasi Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MTT PP Muhammadiyah) dengan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) untuk Bali, NTB, dan NTT akan digelar di Hotel Madani, Kota Mataram pada Jumat, 1 Desember 2023 dan Sabtu, 2 Desember 2023. Kegiatan ini mengusung tema Kalender Hijriah Global Terpadu dan Kiprah Satu Abad Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

Rektor Ummat, Drs. Abdul Wahab, MA., ditemui di Ruang Sidang Senat Ummat, pada Rabu, 29 November 2023 menjelaskan, pihaknya bersama PP Muhammadiyah akan menyosialisasikan KHGT itu agar warga Muhammadiyah memahami mengenai KHGT.

“Kami ingin sosialiassikan dengan warga Muhammadiyah di tiga provinsi supaya bisa paham. Karena banyak yang tahu perbedaan, tapi tidak paham ilmunya. Supaya warga Muhammadiyah paham, tidak hanya ada perbedaan tapi mengetahui ilmunya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai organisasi yang telah memainkan peran sosial-keagamaannya di Indonesia dan dunia internasional, Muhammadiyah terus melakukan lompatan progresif. Di antara lompatan progresif tersebut adalah penggunaan hisab dalam penentuan arah kiblat, waktu-waktu salat dan awal bulan kamariah/hijriah.

Lompatan progresif berikutnya di bidang hisab ini adalah rencana mengakomodir perumusan Kalender Hijriah Global Terpadu (KHGT) yang belakangan ini terus menggelinding. KHGT adalah bentuk nyata upaya Muhammadiyah dalam mewujudkan persatuan dan ketertiban dunia dalam bentuk sistem penjadwalan waktu atau yang disebut dengan kalender.

Pemikiran ini tidak lain dilatari karena carut-marut dan tak kunjung usainya silang pendapat dan perbedaan dalam menentukan jatuhnya Idul Fitri dan Idul Adha di seluruh dunia terutama di negara-negara mayoritas Muslim.

Pemikiran Kalender Islam Global ini bukan semata ada dalam pikiran Muhammadiyah. Negara-negara Muslim dunia juga memiliki perhatian yang sama. Pada tahun 2016 telah berlangsung sebuah muktamar bertaraf internasioanl di Turki berjudul “Mu’tamar Tauhid at-Taqwim al-Hijry ad-Dauly” (Muktamar Penyatuan Kalender Hijriah Internasional) yang dihadiri ratusan negara. Hasil dari muktamar ini menyepakati bahwa kalender Islam yang disepakati dan diputuskan adalah kalender yang bersifat tunggal-global.

Gayung bersambut, pasca Muktamar Turki 2016 itu, Muhammadiyah terus intens mengkaji Kalender Islam Global, tercatat setidaknya ada sejumlah pertemuan dalam bentuk seminar dan halakah guna mengkaji putusan Muktamar Turki 2016 M tersebut yang ditinjau dari berbagai aspek.

Pada Rapat Kerja Tingkat Pusat (Rakerpus)Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) dan Seminar Nasional yang dihadiri seluruh unsur pimpinan MTT se-Indonesia, disepakati bahwa Muhammadiyah akan segera me-launching dan menggunakan Kalender Hijriyah Global Terpadu tepat saat Majelis Tarjih berusia 100 tahun (menurut tahun hijriah). Selain itu, juga disepakati bahwa kriteria penentuan awal bulan hijriah yang dipedomani saat ini, yaitu hisab hakiki wujudul hilal akan segera bergeser menuju Kalender Hijriah Global Terpadu.

Pergeseran ini secara resmi akan dimulai pada forum Musyawarah Nasional Tarjih yang menurut rencana diadakan pada bulan Syakban 1445 atau Februari 2024. Jadi, jika forum Munas Tarjih menyepakati, dan setelah proses tanfidz selesai, maka mulai bulan Ramadan yang akan datang (1445), kemungkinan besar Muhammadiyah sudah akan berpuasa menggunakan kriteria yang baru, yaitu Kalender Hijriah Global Terpadu.

Selanjutnya, untuk menindaklanjuti kesepakatan pada Rakerpus di atas, MTT PP Muhammadiyah mendorong agar PTM ikut terlibat aktif dalam melaksanakan sosialisasi tentang KHGT ini. “Oleh karena itu, “Seminar dan Sosialisasi Kalender Islam Global: Kolaborasi MTT PP Muhammadiyah dengan PTM” ini kami pandang urgen untuk dilaksanakan bersama PTM,” jelas Rektor.

Ketua Panitia Seminar dan Sosialisasi, Dr. Zaenuddin, M.Pd.I., menambahkan, kegiatan ini akan diikuti 115 orang peserta dari Bali, NTB, dan NTT. Peserta dari unsur PP Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajdid, PWM, MTT PWM, PDM & MTT, Civitas Ummat, Civitas ITKes Muhammadiyah Lotim, Civitas UM. Bima, IAIM Bima, Pimpinan Wilayah Aisyiyah NTB, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Zaenuddin menekankan, kegiatan ini untuk menyosialisasikan secara masif-progresif konsep KHGT yang segera dilaunching pada bulan Syakban 1445 H/Februari 2024. Menguatkan pemahaman konsep, maksud, dan tujuan KHGT bagi warga Muhammadiyah (terutama unsur MTT di semua tingkatan). Serta, mengomunikasikan konsep KHGT yang akan di-launching kepada warga Muhammadiyah khususnya dan masyarakat pada umumnya, terutama dunia internasional.

“Bentuknya sosialisasi berupa pemaparan dari para narasumber yang dibagi dalam beberapa sesi,” pungkas Zaenuddin. (ron)