Jelang Pesta Demokrasi, Anggota Korpri dan ASN Diingatkan Tetap Netral

0
Asisten III Setda NTB H. Wirawan saat menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan HUT Korpri ke 52 tahun 2023 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu, 29 November 2023. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mengingatkan pada anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) menjaga netralitas dan profesionalisme serta berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan bangsa dan negara dalam upaya mewujudkan tujuan nasional.

Hal ini disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Setda NTB H. Wirawan, S.Si., M.T., pada Peringatan Hari Ulang Tahun Korpri ke 52 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu, 29 November 2023.

Menurutnya, pada ulang tahun kali ini menjelang berlangsungnya pesta demokrasi pemilu presiden, pemilu legislatif dan pemilukada serentak pada tahun 2024, perlu dijadikan perhatian bagi seluruh anggota Korpri, tanpa mengurangi semangat dalam berbakti terhadap masyarakat, bangsa dan negara. Apalagi Korpri sebagai satu-satunya wadah bagi Pegawai Republik Indonesia selalu berupaya terus menerus dalam meneguhkan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa, menjaga netralitas dan profesionalisme. Tidak hanya itu berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan bangsa dan negara dalam upaya mewujudkan tujuan nasional.

Sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, Korpri siap bertransformasi menjadi bagian integral dari pemerintahan yang berperan menjaga kode etik dan standar profesi. Termasuk mewujudkan jiwa korps sebagai pemersatu bangsa, memberikan perlindungan hukum, serta mengembangkan kesejahteraan anggota.

‘’Kepada seluruh anggota Korpri lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, diharapkan untuk menjaga dan menegakkan prinsip netralitas pegawai Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik baik sebelum, selama maupun sesudah pelaksanaan pemilu dan pemilihan tahun 2024,’’ ujarnya mengingatkan.

Anggota Korpri juga diharapkan mampu menghindari konflik kepentingan, dengan tidak melakukan praktik-praktik intimidasi dan ancaman kepada pegawai ASN dan seluruh elemen masyarakat serta tidak memihak kepada pasangan calon tertentu. Begitu juga anggota Korpri dapat menggunakan media sosial secara bijak dan tidak menyebarkan ujaran kebencian serta berita bohong serta menolak politik uang dan segala jenis pemberian dalam bentuk apapun. (ham)