Jaksa Tetapkan Lima Tersangka Kasus Benih Jagung Jilid II

0
Efrien Saputera. (SuaraNTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Kejaksaan Tinggi NTB, menetapkan lima orang tersangka di pengembangan kasus korupsi benih jagung pada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB tahun 2017. “Iya, sudah kita tetapkan tersangka di kasus tersebut untuk lebih lengkapnya nanti akan kita sampaikan secara resmi,” kata Kasi Penkum Kejati NTB, Efrien Saputera, kepada wartawan, Rabu, 29 November 2023.

Menyinggung terkait identitas dan peran tersangka di kasus tersebut, Efrien mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari bidang pidana khusus. Penyidikan terhadap kasus ini juga masih terus berproses. “Jadi, untuk lebih lengkap peran kelima orang tersangka itu nanti akan kita sampaikan secara resmi oleh pimpinan,” terangnya.

Penetapan tersangka terhadap mereka itu lanjut Efrien, setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi termasuk para terpidana. Mantan Kadistanbun NTB, Husnul Fauzi, PPK Wayan Wikanaya, Aryanto Prametu Direktur PT Sinta Agro Mandiri (SAM) dan Direktur PT Wahana Banu Sejahtera (WBS) Lalu Ikhwanul Hubi.

“Semua saksi sudah kita periksa termasuk dokumen lainnya sehingga kelima orang itu kita tetapkan sebagai tersangka,” sebutnya.

Sebelumnya di kasus tersebut empat orang yang sudah divonis oleh majelis hakim. Mereka yakni Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Husnul Fauzi dijatuhi hukuman 9 tahun penjara. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wayan Wikanaya divonis 9 tahun. Direktur PT Sinta Agro Mandiri (SAM) Aryanto Prametu dihukum 4 tahun penjara oleh Mahkamah Agung usai peninjauan kembali dikabulkan dari putusan sebelumnya 8 tahun. Sementara Direktur PT Wahana Banu Sejahtera (WBS) Lalu Ikhwanul Hubi divonis 8 tahun penjara.

Pengusutan terhadap kasus ini dilakukan  pada tahun 2018 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk pengadaan benih jagung di NTB tahun 2017 menelan anggaran sebesar Rp48,25 miliar. Pengadaan benih jagung ini yang dikerjakan dua tahap. Tahap pertama dikerjakan PT SAM dengan anggaran Rp17,25 miliar untuk pengadaan 480 ton benih jagung. Pengadaan benih jagung tahap dua dilaksanakan PT Wahana Banu Sejahtera (WBS) dengan anggaran Rp31 miliar untuk 840 ton benih jagung.

Berdasarkan audit BPKP bahwa kerugian keuangan negara dalam proyek itu mencapai Rp27,3 miliar. Pada pengadaan tahap pertama kerugian negaranya sebesar Rp15,433 miliar. Sedangkan pengadaan tahap kedua kerugian keuangan negara mencapai Rp11,92 miliar.

Dalam penanganan perkara ini sejak tahap penyelidikan, Pidsus Kejati NTB telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp10,5 miliar. Yakni pengembalian pada kas negara oleh PT. SAM sekitar Rp7,5 miliar dan pengembalian oleh PT. WBS sekitar Rp3 miliar. (ils)