Dilantik, KONI KLU Diminta Kembangkan Cabor Baru

0
Pengurus KONI KLU yang baru dilantik pose bersama. Pengurus diminta mempersiapkan program pengembangan cabor dan atlet. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pengurus KONI Kabupaten Lombok Utara (KLU) periode 2023-2027, dilantik Rabu, 29 November 2023 di Lesehan Sasak Narmada, Tanjung. Dengan definitifnya pengurus yang baru, KONI NTB berpesan agar KONI KLU, segera menyusun dan menjalankan program kerja, mengembangkan pengurus cabor baru, serta mempersiapkan atlet kabupaten yang lolos PON Aceh-Sumatra 2024 mendatang.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, usai melantik pengurus KONI KLU meminta agar pengurus di kabupaten mulai memberi perhatian pada pengembangan cabor baru di KLU. Pasalnya,  banyak cabor baru sudah terbentuk di KONI NTB.

“Cabor baru itu bahkan sudah lolos ke PON Aceh-Sumatera Utara 2024 melalui Pra-PON. Seperti hoki, kurash, soft tennis, kabaddi, dan gulat,” sebut Mori.

KONI Kabupaten kata dia, sedianya sudah mulai menyiapkan langkah pengembangan atlet dalam rangka persiapan PON -XXII tahun 2028 mendatang. Di mana PON tersebut, NTB dan NTT ditunjuk sebagai tuan rumah bersama.

Status NTB sebagai tuan rumah, ucap Mori, memberi keuntungan tersendiri. Misalnya, atlet-atlet NTB tidak perlu mengikuti Pra-PON pada cabor yang diikuti.

“Maka dari itu, dari sekarang KONI kabupaten/kota harus mempersiapkan cabor dan atletnya. Sampai saat ini, ada 54 cabor yang akan dipertandingkan. Ini harus kita maksimalkan seluruhnya,” tegas Mori.

Ia memberi atensi terhadap atlet unggulan atletik yang dimiliki Kabupaten Lombok Utara, yaitu L. M. Zohri dan Sudirman Hadi. Ia meyakini, dengan program yang tepat, akan banyak muncul atlet-atlet lari yang mumpuni di masa depan dari Lombok Utara.

KONI NTB juga berpesan agar pengurus KONI KLU memperbarui atau bahkan meregenerasi pengurus cabor yang sudah selesai masa jabatannya. Bukan tidak mungkin, diantara pengurus cabor di kabupaten ada yang sudah tidak menjabat, karena pindah tugas.

“Jangan sampai cabor sudah berdiri tetapi kepengurusannya sudah habis dan tidak diperpanjang. Ini akan menghambat pengembangan atlet-atlet,” imbuhnya.

Sementara, Ketua KONI KLU, Lalu Rodi mengatakan jumlah cabor yang ada di KLU saat ini sebanyak 22 cabor. Angka ini belum 50 persen dari jumlah cabor yang dipersiapkan untuk PON 2028 di NTB. Rodi tak menampik keberadaan cabor lain akan bertambah seiring program pembinaan yang dilakukan oleh KONI KLU ke depannya. Beberapa cabor baru yang dianggap potensial untuk terbentuk seperti, golf, sepatu roda dan renang.

“Kami sudah menyusun program kerja untuk dijalankan oleh Pengurus KONI Lombok Utara. Kami awali dengan program penguatan internal KONI Lombok Utara, harapannya bisa meningkatkan prestasi atlet,”

Ia mengakui, menjalankan tugas dan fungsi KONI tidaklah mudah. Jalannya organisasi ini sangat bergantung pada komitmen, ketulusan dan soliditas Pengurus, karena tidak sedikit cabor masih kekurangan sarana maupun prasarana.

Untuk diketahui, Pelantikan pengurus KONI KLU disaksikan sejumlah pengurus KONI NTB. Hadir pula, Ketua DPRD KLU, Artadi, S.Sos., Kepala Dinas Dikbudpora, Adenan, M.Pd., perwakilan pejabat Polres Lombok Utara, Kepala OPD KLU pengurus Cabor, serta para pengurus KONI KLU. (ari)