BMKG Minta Masyarakat Waspadai Peningkatan Curah Hujan di Awal Desember

0
Ilustrasi Hujan. (SuaraNTB.com/ist)

Mataram (Suara NTB) – Curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III November2023 secara umum dalam kategori Rendah (0 50 mm/dasarin) hingga menengah (101 150 mm/dasarian). Hanya di sebagian wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah dan Sumbawa yang tercatat terjadi hujan dengan intensitas tinggi (151 – >300 mm/dasarian).

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat Suci Agustiarini mengatakan, sifat hujan pada dasarian III November 2023 di wilayah NTB umumnya pada kategori atas normal, kecuali di wilayah wilayah pesisir utara dan timur Pulau Lombok, pesisir utara Sumbawa dan sebagian Bima bagian timur yang memiliki sifat hujan dengan katagori bawah normal.
Curah hujan tertinggi di pos hujan Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah sebesar 333 mm/dasarian, kata Suci Agustiarini dalam keterangannya, Kamis, 30 November 2023.

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut turut (HTH) provinsi NTB secara umum bervariasi dari sangat pendek (1 5 hari) hingga masih ada hujan pada saat updating. Terdapat beberapa daerah berada pada kategori ekstrem panjang (>60 hari) yaitu Bayan, Pringgabaya dan pesisir timur Bima.

Ia mengatakan, pada dasarian I Desember 2023 (1 10 Desember 2023) diperkirakan hujan berpeluang terjadi di seluruh wilayah NTB. Curah hujan dengan intensitas tinggi (>150 mm/dasarian) berpeluang terjadi disebagian wilayah Lombok Tengah dan Lombok Barat bagian utara dengan peluang 30 50 persen.

Di sebagian wilayah Sumbawa bagian barat dan Bima bagian utara (sekitar Tambora) terdapat peluang curah hujan dengan intensitas 100-150 mm/dasarian. Hujan dengan intensitas 50-100 mm/das berpeluang terjadi diseluruh pulau Lombok, sebagian Bima bagian barat, Sumbawa Barat, dan sebagia Sumbawa bagian barat dengan peluang di atas 50 persen.

Pada masa peralihan menuju musim hujan 2023/2024, masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang yang dapat terjadi secara tiba tiba dan bersifat lokal.

Di beberapa wilayah yang memiliki peluang hujan degan katagari tinggi perlu mewaspadai terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan hujan yang turun untuk mengisi penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya, sarannya.

Aliran massa udara di wilayah Indonesia masih didominasi oleh angin timuran terutama wilayah Indonesia bagian selatan sekitar NTB. Aliran massa udara diprediksi masih didominasi oleh angin timuran dengan kecepatan yang melemah. Analisis terakhir menunjukkan MJO akan aktif di fase 4 dan 5 di wilayah Indonesia pada awal hingga akhir dasarian I Desember 2023.

MJO adalah Madden Julian Oscillation yang erupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari. MJO berkaitan dengan aktivitas konveksi/potensi awan hujan di wilayah Indonesia. (ris)