Anggaran DBHCHT Ditelusuri APH, Pejabat Disdag Diminta Kooperatif

0
Lalu Alwan Basri. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri Mataram sedang menelusuri penggunaan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Dinas Perdagangan senilai Rp6,2 miliar. Selama proses pengumpulan data dan keterangan, pejabat di Dinas Perdagangan diminta kooperatif.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri dikonfirmasi pada Rabu, 29 November 2023 mengatakan, pendalaman terhadap penggunaan anggaran DBHCHT di Dinas Perdagangan Kota Mataram menjadi kewenangan aparat penegak hukum (APH). Selama ini, Walikota Mataram H. Mohan Roliskana telah meminta seluruh pejabat di lingkup Pemkot Mataram memberikan data dan keterangan seluas-luasnya tidak hanya kepada aparat penegak hukum, melainkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan maupun Inspektorat selaku auditor pengawas internal pemerintah. “Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” kata Alwan.

Pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran DBHCHT senilai Rp6,2 miliar di Dinas Perdagangan juga demikian. Alwan meminta pejabat di Dinas Perdagangan Kota Mataram diminta kooperatif memberikan data dan keterangan dan apapun yang dibutuhkan penyidik untuk memberikan bukti penggunaan anggaran. “Apapun itu menjadi kewajiban kita memberikan bukti-bukti penggunaan anggaran,” terangnya.

Alwan menegaskan, penggunaan anggaran DBHCHT sebenarnya tidak ada salah. Penggunaan anggaran sesuai dengan petunjuk atau rekomendasi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Proporsinya diatur untuk kesehatan masyarakat, penindakan, sosialisasi, dan lain sebagainya. “Sebenarnya sudah sesuai dengan proporsi yang diatur oleh Kementerian Keuangan. Itupun sudah dievaluasi oleh pusat,” terangnya.

Secara detail anggaran DBHCHT di Dinas Perdagangan Kota Mataram mencapai Rp6,2 miliar. Dengan rincian Rp5 miliar digunakan untuk bantuan sosial dan Rp1,2 miliar untuk pembangunan fisik skala kecil. Terkait penggunaan anggaran ini belum diketahui secara detail dan akan dicek kembali. “Pekerjaan fisik yang mana. Coba nanti saya cek lagi,” timpalnya. (cem)