Kuota Pelamar Seleksi JPTP Terpenuhi

0
Peserta seleksi JPTP di lingkup Pemkot Mataram mengikuti rapat teknis sebelum pelaksanaan asesmen dan tes kompetensi serta wawancara yang akan dimulai digelar pekan depan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kuota pelamar seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkup Pemerintah Kota Mataram akhirnya terpenuhi setelah masa perpanjangan pendaftaran. Pelamar diingatkan tidak perlu ragu dengan kerja tim panitia seleksi (pansel). Proses dilaksanakan secara transparan dan profesional.

Ketua Tim Pansel yang juga Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengatakan, tim pansel telah melakukan rapat pleno pelaksanaan seleksi JPTP di lingkup Pemerintah Kota Mataram. Setelah dilakukan perpanjangan akhirnya kuota pelamar terpenuhi. “Alhamdulillah kuota pelamar di masing-masing jabatan terpenuhi,” kata Alwan dikonfirmasi, Selasa, 28 November 2023.

Jabatan yang sebelumnya tidak terpenuhi adalah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Masa perpanjangan pendaftaran dimanfaatkan aparatur sipil negara untuk mendaftar. Mereka adalah, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Mataram Lalu Syamsul Adnan dan Kepala Bidang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram Multazam. Selanjutnya, Kepala Bidang Egov pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Abdul Manan dan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Taufik Priyono. Kepala Bidang Sarana-Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kota Mataram Endang Utami Rahayu kembali menyerahkan dokumen melamar di dua posisi yakni, Kepala BKPSDM dan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram.

Alwan menegaskan, pejabat eselon III di lingkup Pemerintah Kota Mataram didorong untuk mendaftar. Proses seleksi ini digelar secara terbuka dan profesional bahkan tim asesmen digunakan berasal dari luar daerah. Artinya, ASN tidak perlu ragu untuk memanfaatkan peluang memimpin perangkat daerah. “Jadi tidak perlu ragu. Tim yang kita gunakan dari luar untuk asesmen,” katanya.

Adapun terjadi ketimpangan antara jumlah pelamar di satu OPD dengan OPD lainnya. Alwan mengaku, tidak mengetahui penyebabnya. Kemungkinan kata dia, ASN di lingkup Pemkot Mataram berpikir terkait kompetensi atau kemampuan mereka untuk memimpin OPD tersebut. Misalnya, jabatan Kepala BKPSDM dan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram. Jabatan ini dinilai strategis dan butuh orang yang memiliki pengalaman untuk memimpin. “Saya juga tidak paham, tetapi pejabat eselon III juga berpikir dengan kemampuan teknis mereka kalau melamar posisi yang tidak pernah dijabat,” demikian kata dia. (cem)