Kalender Pariwisata Nasional 2024, Kemenparekraf Hapus Senggigi Sunset Jazz dan Festival Gili

0
Jamaluddin Malady (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Agenda Festival Senggigi Sunset Jazz di Kawasan Wisata Senggigi, Lombok Barat dan Festival Gili di Gili Trawangan, Lombok Utara dicoret dari kalender pariwisata nasional 2024.

Pada tahun 2023, kedua festival tersebut bersama Festival Pesona Bau Nyale di KEK Mandalika, Lombok Tengah dan Festival Perang Topat di Kawasan Pura Lingsar, Lombok Barat masuk dalam kalender pariwisata nasional.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, Jamaluddin Malady mengatakan, keputusan menghapus dua festival itu merupakan ranahnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Di mana Kemenparekraf membentuk tim independen untuk memberikan penilaian terhadap festival yang diadakan.

“Bukan ranahnya kami Pemprov NTB dalam hal ini Dispar NTB. Tapi itu merupakan ranahnya Kemenparekraf yaitu tim independen yang sudah di SK kan,” kata Jamaluddin, Selasa, 28 November 2023.

Penghapusan dua festival ini didasarkan pada beberapa aspek penilaian. Pertama, pelaksanaan event harus berbeda konsepnya tiap tahun. Di mana kegiatannya harus banyak berkaitan dengan kultur daerah dan budaya. Karena ini merupakan Kharisma Event Nusantara (KEN), bukan konser umum.

Kedua, perputaran ekonomi dalam pelaksanaan event itu harus memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat.

“Ini merupakan KEN. Ketika berbicara KEN pasti banyak yang harus ditonjolkan, seperti ada adat istiadatnya, mungkin artisnya harus pakai tenun, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ditanya soal berapa perputaran uang saat pelaksanaan festival tersebut, Jamaluddin mengaku tidak mengetahuinya. Namun ia memastikan, pada pelaksanaan festival tersebut, tim independen dari Kemenparekraf turun langsung untuk melihatnya.

“Mereka ini pada saat Senggigi Sunset Jazz dia datang untuk melihat bagaimana perkembangannya, perputaran ekonominya, apakah ada perubahan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

“Kalau soal detail penghapusan termasuk perputaran uang pada sat event tersebut saya kurang tahu,” tambahnya. Di samping itu, enam festival lainnya, masih dikurasi masuk kalender pariwisata nasional tahun 2024.

Adapun enam festival itu adalah Festival Pesona Bau Nyale di Lombok Tengah, Festival Perang Topat di Lombok Barat, Festival Alunan Budaya Desa Lombok Timur, Festival Balonna Kertasari Sumbawa Barat, Festival Lebaran Topat di Lombok Barat dan Festival Rimpu Mantika di Kota Bima. (ris)