Groundbreaking Eco Region Tanjung Ringgit, Pj Gubernur Minta Semua Elemen Dukung Investasi di Daerah

0
Pj Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi, Dubes Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert, Dirut ESL John Higson, Pj Bupati Lotim H. M. Juaini Taofik saat groundbreaking kawasan Eco Region Tanjung Ringgit, Selasa, 28 November 2023. (Suara NTB/ham)

Selong (Suara NTB) – Penungguan panjang dari PT. Eco Solution Lombok (ESL) yang berinvestasi di kawasan hutan Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berakhir. Adanya penolakan dari masyarakat hingga tindakan-tindakan yang mengganggu investasi PT. ESL sejak tahun 2010 silam, tidak menyurutkan langkah manajemen PT. ESL di bawah komando Direktur Utama (Dirut) John Higson untuk tetap berinvestasi di kawasan ini.

Bahkan, proses perizinan yang harus dilalui cukup panjang, baik di tingkat pemerintahan desa, kecamatan, hingga pemerintah pusat tetap dilakukan, sehingga groundbreaking Eco Region Tanjung Ringgit bisa dilakukan, Selasa, 28 November 2023. Hadir pada groundbreaking ini, Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., Duta Besar (Dubes) Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert, Pj Bupati Lotim Drs. H. M. Juaini Taofik, jajaran direksi PT. ESL, Asisten II Setda NTB Dr. H. Fathul Gani, M.Si., Inspektur Provinsi NTB Ibnu Salim, S.H., M.Si., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB Wahyu Hidayat, S.STP., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Julmansyah, S.Hut, M.AP.

Pj Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi, dalam sambutannya menegaskan, jika Pj Gubernur, Pj Bupati Lotim tidak ada keraguan terhadap eksistensi PT. ESL untuk berinvestasi di Sekaroh, Lotim. Apalagi sudah 13 tahun berjuang investasi ini dari Dubes Swedia untuk Indonesia Ewa Polano sampai Daniel Blockert.
Menurutnya, groundbreaking yang dilakukan ini merupakan komitmen yang luar biasa dari PT. ESL, sehingga dirinya yakin investor sangat komitmen pada pembangunan yang akan dilakukan, terutama yang tetap mengedepankan lingkungan yang berkelanjutan.

Maka apa yang dijanjikan bukan sifatnya yang kaleng kaleng. Tapi ini adalah big komitmen untuk membangun daerah kita. Terima kasih Mr. Daniel atas komitmen dan saya berharap menjadi repeater (bolak balik lagi ke Lombok) dan Lombok menjadi rumah yang kedua. Jakarta – Lombok, Lombok Jakarta, ujarnya.

Untuk itu, Pj Gubernur meyakinkan pada investor jika pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kabupaten Lotim serta masyarakat akan mendukung penuh investasi yang dilakukan. Bahkan, bila perlu, semua elemen menjaga proyek ini bila sama-sama serius untuk melaksanakannya.

Ada ungkapan masyarakat kami, pelisak bawun batu, demek gitak baru kunyadu. Jadi ketika nanti akan ada wujudnya, maka apa yang dijanjikan tersebut akan mendapatkan full support dari masyarakat. Sulit di awal, manis pada bagian akhirnya. Secara agama kita meyakini, akhir itu lebih baik dari permulaan. Permulaan demikian sulit, penuh tantangan, tapi di akhirnya sesuatu menjadi sangat indah, berlimpah keberkahan, terangnya.

Pj Gubernur yakin dengan berinvestasi di kawasan ini akan mampu memberikan keuntungan bagi investor dan dampak bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Dengan masuknya investor dan kembali melakukan reboisasi atau penanaman hutan di Sekaroh bisa kembali ke awalnya akan membuat orang segan untuk masuk seenaknya, apalagi sampai merusak hutan.

Mari kita jaga hutan ini dengan kearifan lokal, hutan yang memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya. Insya Allah bila kehadiran ESL bukan hanya menjadi ekowisata, tapi ada juga wisata kesehatan, wisata bahari tapi kegiatan lainnya, seperti pengolahan air laut jadi air tawar. Mudah mudahan ini menghasilkan SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) skala besar, bisa menjadi solusi bagi masyarakat kami di selatan yang bila musim kemarau menderita kekurangan air. Mudah mudahan distribusi air bagian CSR nantinya kepada masyarakat kami, harapnya.

Pj Gubernur juga meminta tidak ada lagi gesekan dengan masyarakat sekitarnya. Termasuk antara petani, pengembala dan investor. Pihaknya tidak ingin ketika investor sudah mulai menanamkan investasinya, ada pengembala yang melepas kerbau, sehingga merusak pohon yang sudah ditanam.

Semuanya mendukung proses-proses yang ada di sini. Ada satu peserta yang tidak hadir di sini, yakni kerbau. Betapa Mr. John harus menghalau kerbau dan sebagainya. Insya Allah ada pengembala yang siap menjaganya. Kami mohon pada Pak Kadis Kehutanan di mana lokasi pengembalaan dan seperti apa pengaturannya. Pak bupati, camat, kepala desa jangan ada benturan kepentingan. Ketika sudah dilakukan penanaman tiba tiba ada kerbau dilepas, maka apa yang sudah ditanam mati lagi, ujarnya menggambarkan dan mengharapkan upaya rehabilitasi hutan Sekaroh menjadi hijau kembali bisa diwujudkan sama-sama.

Sementara Dirut PT. ESL John Higson, mengakui, jika groundbreaking ini sudah lama ditunggu. Pihaknya berterima kasih pada banyak pihak, karena investasi di Sekaroh bisa terwujud. Seperti gubernur yang selalu mendukung rencana investasi di Sekaroh, Pj Bupati Lotim yang waktu itu sebagai Camat Jerowaru, termasuk pada Wakil Gubernur NTB sebelumnya Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Menurutnya pembangunan ini bukan pembangunan yang biasa biasa saja, tapi bagaimana menjadi ekowisata yang terbesar di Indonesia dengan mengembangkan isata kesehatan dan pariwisata laut. Pihaknya menargetkan investasi yang ada di kawasan ini bisa menjadi terbesar di Indonesia atau di ASEAN.

Pada groundbreaking ini, ujarnya, realisasi investasi diawali pembangunan kantor, kemudian workshop, tempat pembibitan. Jika sudah selesai akan dilanjutkan dengan pembangunan vila sebanyak 100 unit dan mengembangkan wisata di Pantai Pink dengan bekerja sama dengan masyarakat. Termasuk membangun lokasi wisata bersepeda, menyelam dan mengembalikan habitan alam seperti semula. Mengenai pekerja, ujarnya, akan diprioritaskan bagi masyarakat Sekaroh dan sekitarnya.

Harapan senada disampaikan Dubes Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert yang memberikan apresiasi pada pihak investor asal Swedia dalam mengembangkan investasinya. Pihaknya mengharapkan dukungan dari banyak pihak, khususnya masyarakat terhadap pengembangan investasi di daerah ini. (ham)