Dispar Tak Didukung Anggaran, Wisatawan Kapal Pesiar Lebih Banyak Berkunjung ke Luar Lobar

0
Tamu wisatawan kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Gili Mas Lembar ini lebih banyak berkunjung ke daerah wisata luar Lobar. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 12 kapal pesiar yang sudah singgah di Pelabuhan Gili Mas Lembar Lombok Barat (Lobar). Satu kapal pesiar membawa ratusan hingga ribuan tamu yang berwisata ke sejumlah destinasi di Lombok. Sayang, dari ribuan tamu tersebut lebih banyak berkunjung ke luar Lobar. Kondisi ini diduga dipicu destinasi tujuan wisatawan di Lobar yang belum maksimal.

Selain itu, penyambutan tamu yang dibarengin informasi seputaran destinasi wisata di Lobar tidak ada disiapkan Pemda di Pelabuhan Gili Mas. Dinas Pariwisata selaku OPD yang bertanggung jawab tidak diberikan anggaran memadai.

Dikonfirmasi tekait hal ini, Kepala Dispar Lobar H. M. Fajar Taufik menyebut, hingga saat ini sudah ada 12 kapal pesiar yang singgah di Lombok melalui Pelabuhan Gili Mas. Rencananya tahun ini, kapal pesiar yang akan singgah sebanyak 18 kapal. Jumlah ini bertambah tahun depan, karena yang direncanakan singgah 28 kapal pesiar.

Untuk jadwal singgah kapal pesiar selanjutnya bulan ini, sudah terjadwal. Terkait harapan pelaku wisata agar Pemda membenahi tempat wisata yang dikunjungi tamu kapal pesiar, seperti Pasar Seni Sesela, ia mengaku tidak ada anggaran. “Dari mana dapat anggaran? Ayo kita berpikir logis saja, anggaran kami tidak ada,” kata dia.

Diakuinya tidak saja pasar seni yang butuh sentuhan, namun juga hampir semua seperti sentral gerabah Bamyumulek, lokasi wisata Giri Sasak, dan Taman Suranadi. Sementara kalau berharap dari pusat, menurutnya kondisinya hampir sama.

Diakuinya, pihaknya sudah mendapatkan DAK, namun bersifat non fisiknya. Jangankan untuk pembenahan destinasi, sekadar anggaran penyambutan tamu kapal pesiar seperti kesenian saja tidak dianggarkan. Pihaknya mengusulkan sekitar Rp150 juta, di mana sekali penyambutan Rp5 juta. “Sudah kami usulkan untuk penyambutan, Ndak banyak,tapi tidak dianggarkan,”ujarnya.

Padahal itu ditawarkan ke tour operator, maka bisa dijamin paling banyak belanja dan berkunjung di daerah Lobar. Akhirnya yang terjadi justru, banyak tamu yang keluar Lobar. “Seperti Viking Orion itu, dari 900 orang tamu yang turun, hanya 300 ke Lobar, selebihnya ke Mataram dan Loteng,” ujarnya.

Hal ini sangat disayangkan oleh Ketua Komisi II DPRD Lobar H. Abubakar Abdullah. Pihaknya sudah mengingatkan ke Pemda Lobar agar  lebih menyiapkan diri menangkap peluang kedatangan tamu kapal pesiar. “Pemda harus siapkan diri lebih serius menangkap peluang tamu kapal pesiar terbesar,” tegasnya.

Pihaknya meminta Pemda agar menyiapkan destinasi tujuan tamu dengan paket wisata. Kemudian Pemda menyambut tamu agar terkesan dengan keramah-tamahan dan atraksi kesenian lokal. Sebab hal ini menjadi nilai lebih di mata wisatawan asing. Kemudian tamu dipermudah mendapat informasi tentang destinasi wisata, dengan menyiapkan pusat informasi pariwisata. (her)