Spirit Sugesti NTB Maju Melaju

0

Oleh: Mujaddid Muhas, M.A.*

( Pegawai Dinas Kominfotik Provinsi NTB)

 

Semenjak dicetuskan, gagasan mewujudkan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang lebih progresif sekaligus berkesinambungan melalui jargon NTB Maju Melaju, kian lama terdengar kian trending. Tak lain pencetusnya adalah Penjabat Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si yang menyatakan secara resmi pada saat awal-awal memimpin daerah Bumigora, untuk ditindaklanjuti jajaran Pemprov NTB dalam bentuk program dan kegiatan prioritas. PjGubernur NTB memberikan arahan kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), persis pada kegiatan sosialisasi Rencana Pembangunan Daerah yang dilaksanakan Bappeda NTB (22/9/2023). Kemudian dipertegas kembali saat acara pelantikan PjSekda NTB di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB (5/10/2023).

Jargon tersebut, bukan sekadar jargon belaka. NTB Maju Melaju merupakan filosofi membangun NTB dengan kemajuan. Maju agar daerah tak stagnan, dan melaju bermakna progresif hingga ke arah yang lebih baik. Maju Melaju mengakselerasi pembangunandaerah dengan segala potensinya. Pesan yang disampaikan PjGubernur NTB: “Agar seluruh pimpinan OPD lingkup Pemprov NTB turun ke desa, pada hari Jumat dengan tujuan memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai program pembangunan. Selain itu, mendengar aspirasi atau keluhan masyarakat terkait kebijakan-kebijakan atau program yang dibutuhkan masyarakat.” (suarantb.com, 6/10/2023).

Pemprov kepemimpinan PjGubernur NTB, tak ingin menyia-nyiakan waktu untuk langsung berpacu dengan waktu. Menggerakkan sentra-sentra produksi ketahanan pangan dengan menghadiri panen raya dan panen ikan, datang mengecek ke lumbung penggilingan beras yang dikelola Bulog, mengajak pengrajin Usaha Kecil Menengah untuk memroduksi tenun ikat atau tenun sarung.  Tak hanya itu, tenun lokal NTB kemudian dijadikan semacam gerakan bertajuk Jumát Belondong. Suatu kebijakan yang menyugesti sentra-sentra kerajinan Sasambo, dengan menggerakkan birokrat dan segenap pihak untuk mau menggunakan sarung pada Hari Jumát, baik pada saat aktivitas kerja maupun aktivitas turun kunjungan ke desa-desa menemui masyarakat.

Dalam hal turun ke desa-desa, Pj Gubernur NTB menyampaikan nyaris sepertiga kekuatan para birokrat Pemprov menjumpai masyarakat di desa. Rencanannya menyasarke 1.166 desa/kelurahan se-NTB, bertajuk Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat (Jumát Salam). Saat penulisan artikel ini, telah terjadi limagelombang yang datang ke pelosok desa, menghimpun persoalan dan mencari solusi dari apa yang dihadapi masyarakat.

ProgramJumát Salam dan Jumat Belondong dicanangkan persispada Hari Jumát, 27 Oktober 2023 di Kebun Ayu Lombok Barat bersama masyarakat setempat. Artinya, sedari titik itulah secara resmi tiap Hari Jumát, para birokrat Pemprov NTB per OPD, sesuai jadwal menjumpai masyarakat di desa. Kunjungan tersebut, dibersamai seorang pewarta yang meliput langsung kegiatan-kegiatan di lapangan. “Setelah peluncuran ini, kalau Hari Jumát mau bertemu, cari saya di desa,”tutur Pj Gubernur yang merupakan purwasenior kehumasan NTB itu pada satu sesi acara.

Masing-masing pemimpin memiliki formulasi kebijakan sesuai kewenangan yang melekat pada amanahnya. PjGubernur NTB memilih pendekatan untuk terjun ke lapangan menjumpai masyarakat sebagai domain kebijakannya. Kendati demikian, hal-hal prinsipil dan reguler kepemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya, selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Kepemimpinan NTB Maju Melaju dominan menangani aspek pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang pada saat kebijakan diputuskan, sebelumnya berkonsultasi kepada Kemendagri.

Sebagaimana diketahui, beberapa penyampaian pada publik, pemerintah pusat menginstruksikan daerah kabupaten/kota serta provinsi untuk fokus pada tujuh hal. Presiden Joko Widodo dalam arahannya mengamanatkan prioritas pemerintah diantaranya penurunan kemiskinan ekstrem dan pemberantasan stunting, pengendalian inflasi dan stabilitas harga kebutuhan pokok, alokasi anggaran untuk stimulus ekonomi dan bantuan sosial masyarakat, berorientasi pada pembelian produk dalam negeri (UMKM), penanganan dampak fenomena El Nino, penyederhanaan tata kelola layanan perizinan dan investasi, serta pemantauan dinamika politik menjelang Pemilu 2024.

Dalam penerapannya, tujuh hal tersebut bagi Pj Gubernur NTB merupakan suatu urgensi. Dari awal kepemimpinannya, PjGubernur NTB Maju Melaju itu telah memulai. Semisal bersama jajaran Dinas Sosial Provinsi NTB mendatangi daerah kering menyalurkan 15 ribu liter air bersih terhadap 100 kepala keluarga di Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, kemudian 10 ribu air bersih untuk 153 KK di Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Terkait penyelenggaraan Pemilu 2024, Pj Gubernur NTB telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah sebesar 138 miliar diperuntukkan bagi KPU NTB dan 36 miliar untuk Bawaslu NTBserta hal lainnya yang dapat mengakselerasi kemajuan dan kemelajuan NTB.

Lainnya, Program Jumát Salam di Lombok Timur, tepatnya di Desa Sekaroh yang multietnik, unik dan spesifik. Satu dari 239 desa/kelurahan yang ada di Lotim. Daerah tersebut merupakan daerah kawasan transmigrasi. Ada tiga persoalan utama yang saat itu mengemuka yaitu persoalan air bersih, lonjakan harga beras, dan potensi kekeringan. Dari kunjungan langsung Pj Gubernur NTB beserta rombongan Pemprov NTB dan jajaran vertikal BUMN/BUMD. Mengurai persoalan air bersih, dengan membawa langsung tangki air bersih untuk dibagikan ke masyarakat setempat.

Persoalan lonjakan harga beras yang membubung, berdampak bagi sebagian masyarakat Desa Sekaroh. Bulog NTB sebagai BUMN langsung sigap memberikan bantuan beras dan mengadakan operasi pasar murah yang difasilitasi pihak Pemdes.Persoalan kekeringan, disolusikan dengan pembagian bibit pohon buah-buahan untuk penghijauan pada sekitar areal savana Desa Sekaroh.Potensi Desa Sekaroh, dalam pengembangan wisata pada masa mendatang, lebih cocok mengedepankan green ekowisata (ecology empowernment).

Memang ada satu dua kritik, terlontar dari pihak legislatif. Sebagai lembaga yang mengawasi dan membuat regulasi, bisa dipahami. Semestinyalah para anggota dewan menyampaikan kritik, saran dan masukan sepanjang berada dalam koridor demarkasi demokrasi bumigora yang sehat dan berkeadaban. Kritik saran dan masukan, secara gradual diselesaikan dan diformulasi menjadi solusi nyata.  Relasi legislatif dan eksekutif bisa seiring sejalan, bisa pula mengalami dinamika, saat ada hal krusial yang memerlukan titik temu. Namun saat titik temu telah mengalami kata sepakat, maka kebesaran jiwa dewan dibutuhkan untuk menindaklanjuti dan menjadikannya regulasi.

Ada banyak agenda besar yang memerlukan sinergi kolaborasi, ada perhelatan demi perhelatan yang rencananya berlangsung, ada beberapa event-event kolosal yang membutuhkan atensi dan partisipasi multipihak. PjGubernur NTB memastikan bahwa wisata di NTB, selain berorientasi pada Wisata Sport, NTB ke depan berpotensi mengembangkan Wisata MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions). Destinasi wisata yang mendatangkan banyak orang dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan kawasan. Menumbuhkan kreativitas UMKM pada unsur kriya, distro, dan kuliner. Pada akhirnya, NTB diharapkan dapat berkontribusi bagi peningkatan perekonomian nasional, seminimalnya, pertumbuhan ekonomi NTB diatas rerata nasional.

Dari pelosok desa dan pojok kelurahan Pj Gubernur NTB telah menggaungkannya, dari sentral amanah kebijakan telah disampaikan. Menjadikan spirit yang menyugesti NTB Maju Melaju. Bahwa NTB bisa lebih baik dan berkesinambungan dari waktu ke waktu. Berbegas dan bersegera merupakan kata yang (mungkin) mewakili progresivitas dan akselerasi kesinambungan program yang direalisasikan. Bergegas dan bersegera bukan dimakna sebagai ketergesa-gesaan. Bergegas dan bersegera dari keterpurukan ekonomi setelah katastrofe; bergegas dan bersegera menyejajar “ketertinggalan” capaian dari kawasan lain; bergegas dan bersegera dari hambatan yang pada akhirnya memperlancar multiurusan NTB pada masa mendatang. Bergegas dan bersegera, untuk kemajuan dan kemelajuan: NTB kita semua.