SMPN 4 Dompu dan TK Pembina Kandai Dua Jadi Sekolah Terbaik Nasional 2023

0
H. Rifaid. (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 4) Dompu dan TK Pembina Kandai Dua masuk jadi sekolah terbaik nasional tahun 2023 berdasarkan rapor pendidikan tahun 2022. Tidak hanya SMPN 4 Dompu, kepala sekolahnya, Abdul Haris, M.Pd juga ditetapkan sebagai kepala sekolah terbaik dalam hal berbagi praktik baik dan inspiratif terbaik tahun 2023.

Prestasi ini menjadikan kedua sekolah ini jadi perhatian dari Kementrian Pendidikan RI, bahkan video tentang sekolah dan praktik baik dalam pembelajaran dengan kurikulum merdeka dibuat khusus untuk ditampilkan di web resmi kementrian. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs H. Rifaid, M.Pd kepada Suara NTB.

Ada indikator yang menjadikan SMPN 4 Dompu dan TK Pembina Kandai Dua sebagai sekolah terbaik nasional. Yaitu literasi, namerasi, karakter, iklim keamanan sekolah, iklim kebinekaan, dan kualitas pembelajaran. “Kenaikan litasinya sampai 360,45 persen dibandingkan tahun tahun 2021. Kanaikan ini tertinggi secara nasional. Disamping 5 indikator lain juga mengalami kenaikan positif dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Begitu juga dengan TK Pembina Kandai Dua yang tumbuh positif literasi dan 5 indikator lainnya. “Ini merupakan pencapaian yang  luar biasa dan harus dipertahankan serta diimbaskan ke sekolah – sekolah lain,” katanya.

Kepala SMPN 4 Dompu, Abdul Haris, M.Pd yang dihubungi terpisah membenarkan capaian yang diraih sekolah yang dipimpinnya. Capaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan yang dibuat pihaknya bersama dewan guru dalam setahun terakhir. Karena rapor pendidikan yang dicapai pada tahun 2021, nilainya turun. “Sekarang nilainya rata – rata hijau, bahkan kenaikan untuk literasi sampai 360,45 persen dan tertinggi di Indonesia,” katanya.

Dikatakan Abdul Haris, program yang dilakukan pihaknya sederhana. Diantaranya diawali dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih kelas berdasarkan minat. Sehingga siswa mendapatkan semangat belajar. “Untuk literasi sebenarnya bukan hanya membaca buku, tapi juga kita dorong siswa untuk mau bercerita tentang pengalamannya di rumah saat di sekolah. Ceritanya bebas. Ada yang cerita dari hasil membaca buku, ada yang bercerita pengalaman beriman, membantu orang tua dan lainnya. Pola ini mendorong keberanian dan kreatif anak,” ungkapnya.

Dalam pembentukan karakter, anak – anak juga didorong melakukan kebaikan setiap hari. Kebaikan itu diteladani guru. Siswa  yang bermasalah juga langsung didampingi dewan guru, sehingga tidak membias. “Sehingga semangat belajar anak – anak lebih baik,” katanya. (ula)