Proyek Penataan Taman Udayana Dipastikan Selesai Tepat Waktu

0
Proyek penataan panggung hiburan di Taman Udayana Kota Mataram diklaim rampung hampir 90 persen. Panggung pertunjukan ini akan diprioritaskan untuk pertunjukan seni dan budaya untuk memperkenalkan budaya dan seni di NTB. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengklaim proyek penataan Taman Udayana dipastikan selesai tepat waktu. Pekerjaan konstruksi sifatnya mayor telah rampung hampir 90 persen dan rekanan tinggal menyelesaikan pekerjaan kecil saja. “Sekarang tinggal finishing saja dan hari ini (kemarin,red) mulai dikerjakan keramik dan pengecatan,”  kata Denny ditemui pada Senin, 27 November 2023.

Pembangunan panggung kesenian bersumber dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Pagu anggarannya mencapai Rp6,1 miliar dengan nilai harga perkiraan sementara Rp6,1 miliar. Pekerjaan fisik ini dimenangkan oleh CV. Pusuk Indah Lestari dengan nilai penawaran Rp5,5 miliar lebih.

Berdasarkan kontrak kata Denny, rekanan memiliki batas waktu menyelesaikan seluruh komponen pekerjaan fisik tanggal 20 Desember 2023. Progres pekerjaan fisik cepat cepat bahkan terjadi deviasi positif mencapai 0,35 persen. Di samping itu, pekerjaan skala besar telah selesai sehingga tidak ada kendala teknis yang perlu dipercepat dan lain sebagainya. “ Apalagi kontraknya masih cukup panjang sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan,”  tambahnya.

Dikatakan, penataan panggung pertunjukan di Taman Udayana juga didampingi dari Kejaksaan Negeri Mataram. Aparat penegak hukum ini rutin turun melakukan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut. Selain itu, tim monitoring Pemkot Mataram rutin memantau sehingga dipastikan tidak ada yang mengkhawatirkan. “Dari Kejaksaan rutin setiap bulan melakukan pemantauan dan mengevaluasi pekerjaan,” terangnya.

Denny menambahkan, pemanfaatannya untuk pertunjukan seni dan budaya. Lahan pertunjukan seni budaya di Mataram tidak representatif sehingga diharapkan menjadi tempat mengekspresikan budaya di Nusa Tenggara Barat. Model penataannya yakni panggung pertunjukan berada di bawah dikelilingi tribun di atas sehingga masyarakat maupun wisatawan lebih enak menikmati pertunjukan seni budaya. (cem)