Potret Buram Guru di Kabupaten Bima, Terima Gaji Tiga Bulan Sekali

0
Eka Ilham, Indah Dhamayanti Putri. (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Setiap tanggal 25 November diperingati hari guru nasional. Ditengah peringatan itu, potret guru di daerah termasuk di wilayah Kabupaten Bima masih terlihat buram. Nasib mereka masih diabaikan, meski jasanya sangat dibutuhkan.

Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Bima mencatat ada beberapa persoalan yang menunjukkan potret buram guru di Kabupaten setempat, seperti menerima gaji atau insentif dalam 3 bulan sekali hingga kerap menjadi korban kekerasan wali murid.

“Gaji Guru kontrak di Kabupaten Bima untuk saat ini Rp600.000. Keluarnya pertiga bulan sekal, itupun SKnya masih diperbaharui lagi. Soal ini dialami guru di Kecamatan Tambora,” kata Ketua SGI Kabupaten Bima, Eka Ilham S.Pd M.Si kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Sementara tindak kekerasan terhadap guru di Kabupaten Bima dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Tindak kekerasan yang dialami para guru dilakukan oleh siswa hingga orang tua murid beberapa tahun yang lalu.

“Tahun 2023, ada guru yang dipukuli oleh siswa hingga dianiaya orang tua murid,” ujarnya.

Masalah lain yang dialami guru lanjut dia, yakni guru sertifikasi jenjang SMP dan SMA mengalami kekurangan jam. Karena syarat mendapatkan tunjangan sertifikasi harus 24 jam. Jika tidak terpenuhi data dapodik takkan valid sehingga mengakibatkan tunjangan sertifikasinya tidak keluar. Belum lagi tunjangan profesi guru sertifikasi untuk jenjang SD Dan SMP dipotong.

“Masalah lain yakni soal sertifikasi. Setiap guru dipotong Rp50 ribu pada saat tanda tangan pencairan sertifikasi guru dan saat ini sudah naik menjadi Rp100 ribu,” ujarnya.

SGI Kabupaten Bima juga kerap menerima laporan terkait persoalan tunjangan guru terpencil yang kerap terjadi keterlambatan pembayaran. Bahkan banyak guru yang tidak masuk dalam kategori guru terpencil meskipun mengajar di wilayah atau daerah terpencil cukup lama.

“Setiap tahun SGI Kabupaten Bima mendapatkan laporan dari guru-guru Tambora, mereka tidak masuk kategori guru terpencil. Dalih Dinas tidak punya kewenangan, karena urusan guru terpencil wewenang Kemdikbud Ristek,” ujarnya.

Eka Ilham menambahkan, sarana dan prasarana sekolah yang menjadi tempat mengajar guru belum memadai dan tidak memenuhi unsur keadilan. Dinas teknis menilai persoalan itu terjadi karena operator sekolah tidak menginput data dapodik dengan baik dan benar.

“Data SGI tiga tahun yang lalu masih banyak sekolah-sekolah SD di Kabupaten Bima yang sarana dan prasarananya jauh dari kata layak untuk digunakan oleh peserta didik,” ujarnya.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE. M.IP pada hari guru nasional tingkat Kabupaten Bima yang dilaksanakan di Lapangan Kara Kecamatan Bolo Sabtu, 25 November 2023, menyampaikan beberapa pesan kepada para pendidik yang mengabdi di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

Pesan pertama yang disampaikan yakni khusus kepada guru yang mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2023 untuk betul-betul mengasah kemampuan.

“Terus tingkatkan kemampuan diri untuk mencapai target yang diinginkan,” harapnya.

Bupati Bima menaruh rasa hormat kepada para guru. Pasalnya semua orang dididik oleh guru, sehingga sudah sepantasnya memberikan rasa hormat dan penghargaan kepada guru dan mampu memberikan kebanggaan bagi diri dan para guru.

“Selamat Hari Guru kepada seluruh guru yang mengabdi di Kabupaten Bima. Tetaplah menjadi pendidik yang mampu mengantarkan sumber daya manusia yang baik bagi Dou Labo Dana Mbojo yang kita cintai,” ujarnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada para guru untuk menciptakan ruang bahagia di ruang kelas dan lingkungan sekolah. Sebab masa depan bangsa sangat tergantung pada didikan, kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh seorang guru. (uki)