Pengangguran Terbuka Bisa Ditekan, Tahun Ini, Kemiskinan di Lobar Naik 102 Ribu Jiwa

0

Giri Menang (Suara NTB) – Jumlah angka kemiskinan di Lombok Barat (Lobar) tahun ini naik dari 99 ribu jiwa lebih atau 13,39 persen menjadi 102 ribu jiwa lebih atau 13,67 persen.Terdapat peningkatan sekitar 0,28 persen atau 3.700 jiwa penduduk miskin selama satu tahun, dari tahun 2022 ke 2023. Meningkatnya jumlah penduduk miskin ini tidak saja terjadi di Lobar, melainkan rata-rata semua daerah di NTB. Berbeda dengan angka kemiskinan, justru Pemda mampu menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Dari data yang diterima Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar, terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin tahun ini. “Jumlah penduduk miskin tahun ini 102,71 ribu jiwa atau 13,67 persen, naik dari sebelumnya (2022) 99 ribu jiwa lebih atau 13,39 persen. Tapi kenaikan hampir di semua daerah,” sebut Kepala Bappeda H Akhmad Saikhu melalui Kabid Penelitian Pengembangan dan Perencanaan Pembangunan, Deny Arif Nugroho, Minggu, 26 November 2023.

Berdasarkan data tersebut, dilihat dari indeks kedalaman kemiskinan atau P1 justru menurun dari 1,82 persen tahun 2022 menjadi 1,78 persen tahun 2023 atau terdapat penurunan 0,04 persen. Sedangkan untuk P2 atau indeks keparahan kemiskinan stagnan pada angka 0,40 persen. Kalau melihat angka penambahan warga miskin ini apakah dari kalangan warga di atas garis kemiskinan, di garis kemarin, P1 atau P2, pihaknya belum berani memastikan, dari mana yang menambah angka kemiskinan ini. Sebab pihaknya belum mendapatkan rilis resmi dari BPS Lobar. Termasuk penyebab pasti kenaikan jumlah kemiskinan ini, “tapi prediksi kami sementara kemungkinan akibat dari inflasi yang terjasi di seluruh daerah,”sebutnya.

Dari data yang diperoleh pihaknya, perbandingan inflasi Oktober tahun 2022 dan Oktober 2023 terdapat kenaikan 2,15. Dengan kenaikan jumlah penduduk miskin ini, pihak Pemda tahun 2024 tetap fokus pada penanganan kemiskinan. Berbeda dengan kemiskinan makro yang meningkat jumlahnya tahun ini, justru kemiskinan ekstrem berhasil ditekan Pemkab Lobar, sehingga Pemkab mendapatkan penghargaan dari pusat, berupa tambahan insentif daerah Rp6,1 miliar. Penanganan kemiskinan ekstem ini menyasar pada desil 1, sedangkan kemiskinan makro menyasar sampai desil 4.

Selain angka kemiskinan ekstrem, TPT justru kata Deny bisa ditekan. “TPT menurun sekarang menjadi kalau tidak salah angkanya 3,16 atau 3,2 persen,”sebut dia. TPT tahun 2022 mencapai 4,16 persen, bisa diturunkan menjadi 3,16 persen tahun ini. Artinya terdapat penurunan di atas 1 persen.

Yang kerap dipertanyakan, kata dia, kenapa kemiskinan naik, justru pengangguran menurun. Dan sebaliknya, kemiskinan menurun pengangguran naik? Menurutnya hal ini tidak bisa dikorelasikan antara kemiskinan dan pengangguran. (her)