Dandim Ingatkan Anggota TNI Tetap Jaga Netralitas

0
Dandim Loteng, Letkol Kav. Andi Yusuf Kertanegara, menyerahkan buku saku panduan netralitas TNI kepada personel Kodim 1620/Loteng, Kamis, 23 November 2023. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Komandan Kodim (Dandim) 1620/ Lombok Tengah (Loteng) Letkol Kav. Andi Yusuf Kertanegara, menegaskan kepada seluruh jajaranya supaya benar-benar menjaga netralitas pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) yang datang. Itu sesuai dengan kode etik TNI dan harus dijunjung tinggi oleh semua prajurit TNI tanpa terkecuali, sehingga mampu mewujudkan TNI yang berintegritas serta profesional.

Penegasan ini disampaikan Dandim 1620/Loteng, Letkol Kav. Andi Yusuf Kertanegara, saat memberikan arahan pada apel pagi di halaman Makodim 1620/Loteng, Kamis, 23 November 2023. Sekaligus memberikan buku satu netralitas TNI kepada sekitar 250 personel TNI, termasuk Babinsa lingkup Kodim 1620 Loteng.

Keberadaan buku saku yang berisikan panduan serta kode etik TNI tersebut bisa menjadi pengingat bagi personel TNI, agar senantiasa menjadi netralitasnya jelang pemilu mendatang. “Dengan pemahaman mendalam terhadap prinsip netralitas ini, TNI dapat menjaga integritas dan profesionalismenya. Dalam upaya mendukung jalannya proses demokrasi di daerah ini,”jelasnya.

Karena yang namanya ajang politik, pastinya akan menyentuh semua elemen dan pihak. Tetapi bagi TNI, netralitas tetap menjadi satu keharusan yang dijaga dengan baik dan, tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Momentum pemilu sudah semakin dekat. Buku saku netralitas TNI ini sebagai bekal prajurit, guna memastikan netralitas TNI selama proses demokrasi berlangsung nantinya bisa terjaga,” imbuh Andi.

Netralitas TNI dalam pemilu penting, karena TNI merupakan salah satu pilar utama pendukung suksesnya gelaran Pemilu 2024 mendatang. Supaya pilar tersebut bisa tetap kokoh, maka TNI harus netral. Tidak memihak kepada siapa dan pihak manapun.

Menurutnya, keberpihakan TNI hanya pada kepentingan bangsa. Bagaimana bisa tetap menjaga stabilitas dan keamanan nasional. “Netralitas TNI adalah pilar utama dalam mendukung proses demokrasi di tanah air. Sehingga prajurit TNI harus punya komitmen kuat untuk menjunjung tinggi netralitas. Sekaligus memastikan bahwa tugas utama prajurit menjaga keamanan dan kedaulatan Negara bisa terlaksana dengan baik,” terangnya.

Dengan kata lain, sebagai bagian integral dari masyarakat maka TNI harus tetap berada di atas kepentingan politik praktis. Sehingga pada akhirnya, Pemilu 2024 mendatang dapat berjalan dengan damai, adil, dan transparan yang merupakan wujud cerminan kedewasaan demokrasi di negara ini. (kir)