Budidaya Udang Vaname Bisa Jadi Pilihan Sumber Pendapatan Nelayan

0
Kepala Dinas Kelautan M. Zainuddin bersama Wakil Ketua DPRD Lotim, HD Paelori saat panen udang vaname di Labuhan Haji, Kamis kemarin.(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Budidaya udang vaname dengan metode kolam bundar dinilai bisa menjadi pilihan pendapatan bagi nelayan. Seperti dilakukan di Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur. Terdapat enam kolam bundar diameter lima meter bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang disebut cukup berhasil.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Muhammad Zainuddin, Kamis, 23 November 2023, menjelaskan kolam bundar menggunakan geomembran. Ketika masyarakat nelayan sudah mahir, maka bisa mengembangkan sendiri. Menurut Zainuddin, budidaya udang vaname ini cukup prospek. Budidaya ikan sekarang tidak perlu mahal. Dikatakan, lahan-lahan kecil pun bisa dimanfaatkan untuk tempat budidaya.

Lotim sendiri diketahui menjadi lokasi tempat budidaya yang diburu banyak investor. Masyarakat Lotim tidak ingin hanya jadi penonton. Pada enam kolam bundar, terdapat bibit 75.000 ekor atau 2.500 ekor perlubang. Kemarin merupakan panen parsial pertama. “Panen parsial ini dilakukan setelah udang berusaha 45 hari,” tuturnya.

Pasarnya adalah para pengepul dan pemancing. Udang kecil berusia 45 hari ini digunakan untuk umpan yang diselipkan di kail pancing. Dislutkan Lotim ini memberikan modal Rp 150 juta lengkap dengan sarana dan pakannya.

Biaya operasional untuk hasilkan 1 kg udang itu butuh Rp35 ribu, sehingga ketika dijual dengan harga Rp 70 ribu maka pembudidaya susah bisa dapat untung Rp35 ribu. Bantuan untuk nelayan di pesisir ini diberikan Disalurkan di empat lokasi berbeda. Selain di Labuhan Haji, bantuan serupa ini diberikan ke nelayan di Sakra Timur, Sambelia dan Jerowaru.

Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori menyambut positif inovasi Dinas Kelautan Lotim. Menurutnya, budidaya udang vaname ini cukup prospek. Selama bisa menguntungkan bagi masyarakat, maka bisa terus dibudidayakan. Aktivitas budidaya udang vaname ini bisa menjadi pilihan bagi nelayan tua. Dimana, saat sudah tak ada regenerasi maka aktivitas budidaya bisa menjadi alternatif.

 “Saat nelayan tak lagi ada yang melanjutkan, maka alternatifnya menjadi pembudidaya,” ungkapnya. Setidaknya menghasilkan hal yang sama daripada menangkap ikan.

Diingatkan, aktivitas budidaya ini akan bisa sukses kalau dilaksanakan oleh nelayan yang tangguh. Ketika jadi pemula, dibutuhkan semangat kuat. “Kelompok nelayan harus tangguh, kalau tak tangguh dan sabar, maka tak akan dapatkan hasil maksimal. Tetapi, kalau tekun ulet maka maksimal hasilnya dan bisa bisa berikan contoh bagi nelayan lain,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Surya Bahari Labuhan Haji, Sardian mengaku budidaya udang vaname ini cukup potensial untuk dikembangkan. Terbukti, saat panen perdana secara parsial kemarin sudah bisa dijual 7 ribu ekor. Hasil penjualan sudah tembus Rp 2,3 juta.

Menurutnya, cukup tinggi tingkat keberhasilan budidaya udang vaname. Kegiatan panen parsial ini disebut penting karena bertujuan juga untuk mengurangi kapasitas udang di dalam kolam. Dimana, antar udang juga saling makan. “Udang ini juga kanibal,” ucapnya.

Dikatakan, budidaya udang vaname kolam bundar ini diyakini cukup prospek. Tergantung juga pada ketekunan pembudidaya. “Insya Allah prospek tergantung ketekunan, semoga berhasil bisa tambah pendapatan nelayan,” harapnya. (rus)