Resmi, 51 Hektar Kawasan Hutan di Kota Bima Dilepas untuk Bangun Kampus IAIN

0
Pj Walikota Bima, Mohammad Rum menerima SK pelepasan kawasan hutan untuk pembangunan IAIN Bima, dari Kementerian LHK yang diwakili oleh Anggota Komisi IV, DPR RI, H. Muhammad Syafruddin, Rabu, 22 November 2023.(Suara NTB/Ist)

Kota Bima (Suara NTB) – Kurang lebih 51 hektar kawasan hutan produksi di Kota Bima yang dapat dikonversi, secara resmi dilepas untuk pembangunan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan fasilitas umum (fasum) lainnya.

Kementerian LHK telah menyetujui pelepasan dengan mengeluarkan surat keputusan (SK) bernomor SK.1228/MENLHK/SETJEN/PLA.2/11/2023. SK itu diterima oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima diwakili Penjabat (Pj) Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum MT, Rabu, 22 November 2023.

Ketua Dewan Penyantun IAIN Bima, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, mengatakan SK dari Kementerian LHK yang dikantongi Pemkot Bima untuk pembangunan kampus IAIN Bima adalah hasil dari penantian panjang dan buah kerja keras dari Walikota-Wakil Walikota Bima periode 2018-2023.

“Pemkot Bima selanjutnya akan menyerahkan hibah lahan ini kepada Kementerian Agama untuk mendapatkan persetujuan Presiden melalui Perpres pembentukan IAIN Bima,” katanya.

Disamping itu Ahmad Thib Raya juga mengapresiasi konsistensi Pemkot Bima di bawah kepemimpinan Pj. Walikota Bima, H. Mohammad Rum yang berkomitmen terus mengupayakan terwujudnya progres lahirnya SK pelepasan kawasan hutan untuk pembangunan IAIN.

“Tanpa bermaksud mengenyampingkan atau mengecilkan peran semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pondasi berdirinya IAIN Bima, Pj Walikota konsistensi dan kontribusinya dalam mengupayakan terbitnya SK,” katanya.

Pj Walikota Bima, Mohammad Rum menyampaikan terimakasih sekaligus mengapresiasi Kementerian LHK yang telah menyerahkan SK 1228 untuk pembangunan Kampus IAIN Bima.

“Kami sampaikan terima kasih juga kepada jajaran Komite IAIN Bima serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung agenda berdirinya IAIN Bima,” ujarnya.

Ia optimis Kota Bima akan menjadi kota jasa Pendidikan. Dimana berdirinya banyak PTS yang nantinya akan saling melengkapi dan tetap eksis bersama IAIN Bima. Sebab program studi tidak sama dengan PTS yang sebelumnya telah ada di Bima.

“Kita harapkan nantinya tercipta kolaborasi yang baik antara PTS dengan IAIN Bima melalui iklim kompetisi yang sehat dan bertanggungjawab,” harapnya.

Untuk memastikan terwujudnya pembangunan IAIN Bima, tambah Rum, Pemkot Bima telah mengalokasikan anggaran pembangunan sebesar Rp10 Miliar. Menindaklanjuti penerimaan SK pelepasan kawasan hutan kedepan, akan dilakukan penandatanganan naskah hibah dengan Kemenag agar ditindaklanjuti untuk memperoleh Perpres pembangunan IAIN Bima.

“Kami optimis IAIN Bima nanti statusnya akan menjadi Universitas Islam Negeri Bima,” katanya.

Disamping itu, keberadaan IAIN Bima kedepan diharapkan juga meningkatkan kualitas SDM. Anak-anak dari Kabupaten dan Kota Bima dan sekitarnya tidak lagi perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

“Ingin belajar pendidikan umum, belajar ahli alquran dan ahli tafsir semua ada di IAIN Bima,” pungkasnya. (uki)