APBD Dompu 2024, Rp2,2 Miliar untuk Mobil Dinas Bupati, Wabup dan Ketua DPRD

0
Gatot Gunawan PP. (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu merencakan pengadaan mobil dinas untuk Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Dompu di tahun 2024. Jumlah dana yang digelontorkan untuk pembelian mobil dinas diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar.

Rencana ini sudah tertuang dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 sesuai nota keuangan yang diajukan ke Dewan untuk dibahas dan disetujui bersama.

Dalam nota keuangan tersebut, total belanja daerah sebesar Rp1.222.337.875.823, dan pendapatan daerah sebesar Rp1.183.972.976.050. Dari total belanja daerah tersebut, sebanyak Rp101,376 miliar untuk belanja modal dan diantaranya dimanfaatkan untuk belanja modal peralatan dan mesin sebanyak Rp17,179 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan PP, SKM,M.M.Kes yang dikonfirmasi, Rabu, 22 November 2023 mengatakan, dari alokasi Rp17,179 miliar itu tidak semuanya untuk belanja pembelian mobil dinas. Tapi hanya sekitar Rp3 miliar. “Itu mobil dinas untuk Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD hanya Rp2,2 miliar, juga truk sampah dan kontainer dari dana DBHCHT Rp800 juta,” kata Gatot Gunawan.

Sebelumnya, Ketua Komisi 1 DPRD Dompu, Ir. Muttakun yang juga politisi Partai Nasdem dalam rapat paripurna penyampaian nota keuangan APBD Dompu tahun 2024 menyatakan sikapnya menolak rencana pengadaan mobil dinas ini. Pengadaan mobil dinas ini dianggap tidak urgen di saat perhatian pemerintah ingin menuntaskan kemiskinan ekstrim dan stunting.

Karenanya, Muttakun yang tidak masuk sebagai anggota Banggar ini berharap anggota Dewan untuk jeli melihat rencana belanja daerah di tahun anggaran 2024. Terlebih APBD 2024 menjadi APBD terakhir yang akan dibahas Dewan periode 2019 – 2024.

Untuk belanja modal lainnya, pemerintah menganggarkan untuk belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp43,362 miliar, belanja irigasi dan jaringan sebesar Rp39,041 miliar, belanja aset tetap lainnya sebesar Rp98,980 miliar, dan belanja modal tanah sebesar Rp1,660 miliar. (ula)