5.000 Hektar Lahan Sawah di Lotim Dilindungi

0
I Komang Suarta

Selong (Suara NTB) – Kementerian Pertanahan dan Reforma Agraria menetapkan 5.000 hektar Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kabupaten Lombok Timur. Seharusnya, kawasan ini tidak diganggu dan diapa-apakan sehingga bisa tetap menjadi lahan sawah.

Demikian dikemukakan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lotim, I Komang Suarta menjawab media di Selong, Selasa, 22 November 2023. Meski demikian, sejauh ini LSD Lotim ini banyak juga dilirik oleh investor. Pada kawasan LSD ini sudah dilirik 28 investor.

Satu sisi, disadari investasi tidak boleh dihambat untuk pembangunan ekonomi.

Sehingga pada kawasan LSD ini belum diberlakukan ketetapan mutlak melarang hadirnya investasi. Di samping itu, Lotim diketahui belum ada Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Berdasarkan peraturan teknis (Pertek) di BPN, investor akan diizinkan berinvestasi setelah ketentuan kawasan dikeluarkan dari LSD. Prosesnya dirapatkan melalui rapat Forum Tata Ruang dan Wilayah. Ketika sudah ada rekomendasi dari forum tata ruang ini dan ada dokumen perizinan kawasan dikeluarkan dari LSD, baru kemudian diizinkan memulai investasi.

Saat ini, pemerintah daerah Lotim diketahui telah mulai menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Penyusunan RDTR RTRW ini mulai dari Pringgabaya. “Panglimanya memang adalah aturan tentang rencana tata ruang dan wilayah,” imbuhnya.

Selain LSD, diketahui Lotim juga sudah menetapkan 41 hektar lebih Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Penetapan kawasan ini memang ada keterlibatan BPN di dalamnya ketika nanti ada investor ingin gunakan LP2B.

Baik LSD maupun LP2B hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran akan hilangnya potensi sumber pangan. Sehingga pemerintah coba atur dengan harapan lahan-lahan sawah sumber pangan terlindungi dari ancaman alih fungsi yang cukup tinggi. (rus)