Disetujui dengan Catatan, Dewan Dukung Penuh Revitalisasi Islamic Center dan Kantor Gubernur

0

Mataram (Suara NTB) – DPRD Provinsi NTB memberikan persetujuan terhadap rencana Pemprov NTB untuk merevitalisasi Islamic Center NTB dan Kantor Gubernur. Persetujuan itu dituangkan dalam dokumen KUA-PPAS RAPBD 2024 yang ditandatangani bersama Penjabat Gubernur  NTB dan DPRD pada rapat paripurna, Senin, 20 November 2023 di Kantor DPRD NTB.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, H Yek Agil yang dikonfirmasi Suara NTB usai rapat paripurna menyampaikan bahwa pihaknya secara bulat menyetujui usulan dari Pemprov untuk merevitalisasi Islamic Center dengan nilai anggaran sebesar Rp17 miliar. Karena memang kondisi bangunan Islamic Center mendesak untuk dilakukan perbaikan.

‘’”Berdasarkan apa yang disampaikan dalam usulan-usulan itu, kami menyetujui revitalisasi Islamic Center. Kalau kita sepakati bersama karena itu tempat ibadah umat Islam, sama supaya bisa nyaman beribadah. Selain itu Islamic Center juga jadi ikon daerah, sehingga hampir semua anggota Banggar tidak ada yang mempersoalkannya,” kata Yek Agil .

Begitu juga dengan rencana revitalisasi Kantor Gubernur NTB yang diusulkan dengan anggaran sebesar Rp40 Miliar. Juga disetujui oleh para wakil rakyat di Udayana. Hanya saja untuk persetujuan rehab Kantor Gubernur tersebut diberikan dengan catatan.

“Wabil khusus untuk Kantor Gubernur kita berikan persetujuan tapi dengan catatan, kalau tidak bertentangan dengan hukum dan aturan yang ada, itu kuncinya,’’ tegas Ketua DPW PKS NTB tersebut.

 Ditanya lebih lanjut alasan DPRD memberikan persetujuan rehab Kantor Gubernur dengan catatan itu. Yek Agil menjelaskan karena pembangunan fisik kantor dinilai bukan menjadi tugas prioritas dari Penjabat Gubernur. Adapun empat  tugas pokok Pj Gubernur yakni menangani stunting, menurunkan kemiskinan, menjaga inflasi, dan melaksanakan Pilkada.

‘’Karena bagaimanapun, terkait masalah (rehab Kantor Gubernur) inikan bukan tugas pokok Pj Gubernur. Sehingga nanti itu kan akan dievaluasi oleh Mendagri. Kalau dipandang perlu, ya biarlah Mendagri yang akan menilai nanti,’’ jelas Yek Agil.

Diketahui Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp57 miliar dalam KUA-PPAS RAPBD 2024, untuk merevitalisasi Kantor Gubernur NTB dan Islamic Center NTB. Rinciannya Rp40 miliar untuk merevitalisasi Kantor Gubernur dan Rp17 miliar untuk Islamic Center.

Asisten III bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi NTB H. Wirawan Ahmad, S.Si, MT menjelaskanbahwa pengalokasian anggaran untuk rencana revitalisasi tersebut, merupakan salah satu prioritas. Terlebih Provinsi NTB akan banyak menjadi tuan rumah berbagai event nasional maupun internasional.

“Untuk Islamic Center dan Kantor Gubernur, itu prioritas, karena kita akan jadi tuan rumah PON, MotoGP dan tamu-tamu dari luar pun terus berdatangan,” terangnya.

Islamic Center Provinsi NTB telah berusia 10 tahun sejak diresmikan tahun 2013 lalu. Bangunan yang terletak di jantung Kota Mataram tersebut menjadi ikon wisata religi Provinsi NTB.

Berdiri di atas lahan seluas 7.76 Ha, bangunan ini terdiri dari 4 lantai dan 5 menara yang salah satunya memiliki tinggi 99 meter. Menara tertinggi ini melambangkan 99 asma Allah atau Asma’ul Husna.

Karena terdampak gempa tahun 2018, bangunan Islamic Center butuh perbaikan fisik, terlebih di beberapa titik masih terjadi kebocoran. Kebocoran berasal dari area makara yang mengalami kerusakan akibat angin kencang beberapa tahun lalu.

Sementara itu Kantor Gubernur NTB sudah berusia cukup lama dan tidak pernah mengalami perubahan. Jika dibandingkan dengan Kantor Gubernur Provinsi lainnya di Indonesia, Kantor Gubernur NTB kurang refresentatif. (ndi).