Konser Coldplay Ternoda Kasus Penipuan, Ini Kata Menkopolhukam Mahfud MD

0

Selong (Suara NTB) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD angkat bicara soal kasus penipuan yang menodai konser Coldplay di Indonesia. Mahfud pun meminta agar kejadian semacam ini bisa dihindari di kemudian hari.

Konser Coldplay telah menjadi gelaran musik yang paling diburu oleh masyarakat Indonesia. Tiket yang jumlahnya terbatas, menjadi komoditas yang sangat berharga. Situasi ini rupanya dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan dengan aksi penipuan.

Bahkan, terungkap adanya seorang terduga pelaku penipuan yang melakukan aksi dengan yang merugikan begitu banyak korban. Pelaku berinisial GDA dan melakukan patgulilat dengan bermodalkan 100 tiket. Dengan jumlah tiket yang hanya 100, ia melakukan rotasi penjualan hingga seolah-olah mengantongi 8.000 tiket.

Luasnya skala penipuan yang terjadi tak urung memicu keprihatinan Mahfud MD selaku menteri koordinator yang membidangi urusan semacam ini.

“Saya sangat menyesalkan event yang begitu besar lalu masih ada kebobolan seperti itu. Di mana ada orang yang menjual tiket palsu. Orang akhirnya yang sudah membeli (tiket palsu) tidak bisa masuk,” tulis Mahfud di media sosialnya, dikutip Sabtu, 18 November 2023.

Cawapres Ganjar Pranowo itu pun meminta agar panitia-panitia event ke depannya harus profesional agar tidak terjadi kasus serupa yang merugikan penonton atau orang lain.

“Sebaiknya kalau ada acara-acara seperti ini supaya lebih profesional. Kasihan orang sudah beli tiket dan mau nonton tapi tidak bisa masuk. Meskipun pelakunya sudah ditangkap tapi orang sudah terlanjur melewatkan peluang dan momen untuk menonton. Perbaiki ke depan bagi siapapun yang ingin menyelenggarakan event,” lanjutnya.

Ia pun yakin polisi juga akan bersikap profesional dalam mengusut dugaan penipuan ratusan tiket konser Coldplay tersebut hingga tuntas.

Saat ini, pihak Polres Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki dugaan kasus penipuan penjualan tiket yang telah merugikan 400 orang. Total kerugian mencapai Rp1,3 miliar. Namun, hingga kini pelakunya masih diburu oleh pihak kepolisian.

Polisi pun belum bisa memastikan apakah 400 orang korban ditipu oleh satu pelaku yang sama atau berbeda.

Sebelumnya, nama GDA viral lantaran diduga menjadi salah satu pelaku penipuan penjualan tiket Coldplay. GDA disebut membuat rugi penonton hingga Rp15 miliar.

Cerita itu tersebar luas kali pertama melalui akun platform X @tokoparmo. Pemilik akun menyebut hasil penjualan tiket itu kemudian dilarikan ke sebuah bank di Belanda demi menghindari penyitaan oleh otoritas di dalam negeri. (r)