Aksi Solidaritas untuk Palestina, Bupati Loteng Tegaskan Murni Gerakan Kemanusiaan

0

Praya (Suara NTB) – Aksi solidaritas  untuk Palestina siap digelar Minggu, 19 November 2023 oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Dengan melibatkan hampir semua elemen masyarakat di daerah ini. Termasuk kalangan partai politik (Parpol). Meski demikian, Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP.M.AP., menegaskan tidak ada unsur atau kepentingan politik dalam aksi solidaritas itu nanti.

“Ini murni aksi kemanusiaan. Tidak ada kepentingan atau muatan agama. Apalagi muatan politik didalamnya,” tegas H.L. Pathul Bahri, S.IP.M.AP., saat memberikan keterangan pers di kantor Bupati Loteng, Jumat, 17 November 2023.

Sehingga dalam aksi solidaritas itu nantinya, meski melibatkan kalangan parpol, tidak diperkenankan membawa atribut atau bendera parpol.  Semua harus steril dari kepentingan-kepentingan di luar kepentingan kemanusiaan.

Pathul mengatakan, aksi solidaritas untuk Palestina yang akan digelar di alun-alun Tastura Praya tersebut sebagai bentuk dukungan moral kepada warga Palestina. Bahwa warga Loteng menentang segala bentuk kekerasaan. Apalagi penjajahan yang saat ini dirasakan warga Palestina.

Sehingga semua unsur bakal dilibatkan. Mulai dari pegawai pemerintahan, organisasi kemasyarakatan serta elemen lainnya. Sebagai wujud sikap masyarakat Loteng. “Dalam aksi solidaritas ini nanti akan ada doa bersama dan penggalangan dana,” ujarnya.

Ditempat sama, Kapolres Loteng, AKBP Iwan Hidayat, SIK., mengungkapkan, untuk mengamankan jalanya aksi solidaritas untuk Palestina pihaknya menerjunkan sekitar 500 personil. Selain untuk membantu pengamanan jalanya aksi, sekaligus membawa pengaturan arus lalu lintas selama aksi.

“Kita siap mendukung aksi solidaritas ini sesuai tugas dan fungsi kami sebagai aparat keamanan. Yakni mengamankan dan mengatur jalannya aksi. Supaya bisa berjalan aman dan lancar,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan peserta aksi solidaritas supaya bisa ikut menjaga keamanan dan kelancaran jalanya aksi. Dengan tidak melakukan tindakan atau aksi yang kontra produktif yang bisa menggangu jalanya aksi. (kir)