Pj Walikota Bima Bertemu Menteri KKP, Bahas Potensi dan Kerja Sama Pengelolaan Maritim

0

Kota Bima (Suara NTB) – Penjabat (Pj) Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir. Wahyu Sakti Trenggono, MM, di Jakarta, belum lama ini. Keduanya membahas tentang potensi dan kerja sama pengelolaan maritim.

Selain itu, Pj Walikota dan Menteri KKP juga membahas inisiatif kolaborasi dalam meningkatkan sektor perikanan dan kelautan di Kota Bima. Termasuk langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan pada sektor perikanan dan kelautan dengan tujuan tercipta kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan di Kota Bima.

“Pengembangan potensi maritim di wilayah Kota Bima harus difokuskan pada tiga aspek utama,” ujar Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono memberikan arahan kepada Pj. Walikota Bima.

Tiga aspek utama pengembangan potensi maritim menurut Menteri, yang pertama meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan melalui program penangkapan ikan yang berkelanjutan dan pengawasan yang lebih ketat. Kedua, pemberdayaan masyarakat pesisir dalam meningkatkan kesejahteraan melalui program pelatihan dan dukungan ekonomi.

“Aspek yang ketiga promosi pariwisata maritim untuk menarik investasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkuat potensi ekonomi lokal,” ujarnya.

Pj Walikota Bima yang akrab disapa Aji Rum menyambut baik arahan Menteri KKP. Ia menegaskan akan berkomitmen untuk berperan aktif berpartisipasi dalam upaya meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

“Termasuk juga memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir dan menggali potensi pariwisata maritim,” ujarnya.

Kepada Menteri KKP, Aji Rum mengaku Kota Bima memiliki potensi maritim beragam aspek, seperti kekayaan sumber daya perikanan yang melimpah, mencakup ikan laut, moluska, dan biota laut lainnya.

“Letak geografis sangat strategis, ada pelabuhan yang mendukung aktivitas perdagangan dan transportasi laut yang merupakan penyangga Indonesia bagian barat dan bagian timur seperti NTT terutama Labuhan Bajo dan Kepulauan Sumba,” ujarnya.

Selain itu lanjut dia, Kota Bima memiliki potensi pariwisata maritim dengan pantai yang indah, kehidupan bawah laut yang menarik, dan kegiatan rekreasi alam yang potensial. Juga peluang pengembangan industri kelautan termasuk pembangunan dermaga.

“Semua potensi-potensi ini menjadi basis untuk pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima,” ujarnya.

Aji Rum menambahkan keterlibatan penuh Pemkot Bima dalam mewujudkan sinergi yang positif dengan semua pihak termasuk instansi vertikal dan private sektor demi pembangunan berkelanjutan di sektor maritim adalah sesuatu yang harus diupayakan dengan sungguh-sungguh.

“Hal ini merupakan manifestasi hadirnya Pemerintah ditengah masyarakat, terutama masyarakat pesisir dan nelayan tangkap serta pelaku pariwisata lokal, domestik maupun mancanegara”, pungkasnya. (uki)