Stok Cadangan Pangan di Kabupaten Bima Habis, Harap Tidak Ada Bencana

0

Bima (Suara NTB) – Persediaan bantuan cadangan pangan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima tahun 2023 habis. Sebab stoknya sudah disalurkan ke wilayah-wilayah rawan bencana alam dan dibagikan kepada warga yang menjadi korban bencana.

“Stok bantuan cadangan pangan Kabupaten Bima tahun 2023 habis alias kosong,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bima, Ir. Muhammad Natsir.

Ia mengaku pengadaan cadangan pangan khususnya beras tahun 2023 di Kabupaten Bima hanya sebesar 5,7 ton. Terakhir sisa stoknya sebanyak 200 kilogram sudah disalurkan kepada puluhan warga Desa Monta Baru Kecamatan Lambu yang menjadi korban kebakaran rumah.

“Stok atau persediaan yang tersisa 200 kilogram sudah disalurkan kepada korban kebakaran rumah di Kecamatan Lambu kemarin,” ujarnya.

Ia mengaku pengadaan bantuan cadangan pangan tahun 2023 yang mencapai 5,7 ton tersebut, dianggap menurun drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab pada tahun 2022 lalu, alokasi anggaran pengadaan yang diarahkan hampir mencapai 20 ton.

“Tahun 2022 dulu stoknya 20 ton karena didukung banyak anggaran. Tapi yang disediakan tahun ini menurun drastis hanya 5,7 ton. Sedikitnya stok karena masalah keterbatasan anggaran pengadaan,” ujarnya.

Natsir mengaku pihaknya pada tahun 2024 mendatang akan mengajukan alokasi anggaran pengadaan bantuan cadangan pangan lebih banyak lagi. Jika tak 30 ton, paling tidak alokasi pengadaan sama seperti yang dilakukan tahun 2022 lalu yakni sebanyak 20 ton.

“Saat ini kami sedang merancang usulan penambahan cadangan pangan tahun 2024, antara 20 sampai 30 ton,” katanya

Mengingat stok bantuan cadangan pangan di gudang dalam kondisi kosong, Natsir berharap dalam dua bulan kedepan yakni November dan Desember wilayah Kabupaten Bima tidak terjadi bencana alam yang mengharuskan adanya penyaluran bantuan pangan.

“Ditengah kosongnya stok pangan saat ini, kita harapkan tidak ada bencana yang terjadi di Kabupaten Bima dalam dua bulan kedepan,” ujarnya.

Jika kedepannya terjadi bencana, Natsir mengaku pihaknya juga takkan tinggal diam. Ia mengaku Pemkab Bima melalui DKP akan tetap melakukan berbagai upaya, seperti mengajukan permohonan bantuan pangan ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Ada upaya yang akan dilakukan saat terjadi bencana untuk memastikan kebutuhan pangan korban bencana tetap ada,” pungkasnya. (uki)