Kembangkan Teh Kelor dan Kemiri, BUMDes Kerekeh Minta Pemerintah Bantu Pemasaran dan Pembinaan

0

Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa menjanjikan dalam segala aspek, baik pertanian, pariwisata, perkebunan. Bahkan, masih banyak potensi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan.

SINAR matahari cukup menyengat saat tim Jumpai Masyarakat dan Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat (Jumat Salam) dari Biro Organisasi Setda NTB dan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda) Setda NTB mengunjungi desa binaan di Desa Kerekeh, Jumat 3 November 2023 pagi. Meski cuaca cukup panas tidak menyurutkan semangat tim yang dipimpin Kepala Biro Organisasi Setda NTB Dr. Nursalim, M.M., menemui masyarakat secara langsung.

Diterima Kepala Desa (Kades) Kerekeh Abdul Aziz dan jajaran, tim Jumat Salam dengan seksama mendengarkan pemaparan kades mengenai persoalan yang ada di Desa Kerekeh dan potensinya. Abdul Aziz menuturkan, desanya memiliki potensi besar di bidang pertanian. Saat musim hujan, lahan -lahan pertanian yang ada di desa ini dan berupa perbukitan ditanami jagung. Bahkan, jagung yang dihasilkan di desa ini dikirim ke luar daerah untuk diolah.

Namun, sang kades tidak setuju dengan petani di desanya yang menanam jagung. Bagaimana tidak, dengan dijadikan lahan lahan menanam jagung, saat musim kemarau seperti sekarang ini, masyarakat dihadapkan dengan kekurangan air. Warga harus mencari air bersih di kawasan desa yang masih memiliki sumber air.

Untuk itu, pihaknya sudah mulai menginisiasi untuk penanaman pohon kemiri. “Kemiri, hasilnya jauh lebih besar dibandingkan jagung. Meski belum diolah, nilai jual kemiri tetap mahal,” ungkapnya.

Selain itu, ujarnya, saat musim kemarau, kondisi lahan pertanian yang selama ini dimanfaatkan untuk menanam jagung akan tetap menghijau, jika ditanam kemiri. Pihaknya mengharapkan ada solusi bagi pemerintah desa dalam mengantisipasi sejumlah persoalan di lapangan.

Hal senada disampaikan Tuti Suharti, Manager BUMDesa Kerekeh. Menurutnya, Desa Kerekeh memiliki banyak potensi. Namun, potensi yang baru dikembangkan adalah usaha teh kelor dan olahannya. Usaha ini sudah memiliki izin dengan harapan memudahkan pemasaran.

Pihaknya mengharapkan agar usaha yang sedang dikembangkan di desa ini didukung oleh pemerintah, baik pemerintah kabupaten dan provinsi. Paling tidak, ada kebijakan pemerintah daerah yang menerapkan hari minum teh atau minum kopi menggunakan produk -produk lokal.

“Kalau kami di sini, jika belum ada pesanan belum kami produksi. Kalau sudah jelas yang pesan, barulah kami proses,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Organisasi Setda NTB Nursalim, menegaskan komitmen pemerintah daerah yang siap membantu mengatasi persoalan yang ada di desa binaan. Dalam menyelesaikan persoalan ini, ujarnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang. Untuk masalah lahan pertanian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB .

Sementara khusus untuk usaha teh kelor, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Dari koordinasi yang dilakukan ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelaku UMKM.

Dijelaskan, jika turunnya tim dari Pemprov NTB ke desa dalam kegiatan Jumat Salam adalah untuk menyerap berbagai macam aspirasi atau persoalan yang ada di masyarakat. “Jadi dengan kita turun seperti ini, apa yang ada di desa kita berusaha fasilitasi dan kita selesaikan secara langsung. Inilah salah satu tujuan dari kegiatan Jumat Salam ini,” tegasnya.

Nursalim juga mengakui ketika Tim Jumat Salam dari Biro Organisasi Setda NTB turun ke Desa Gerung Utara Kabupaten Lombok Barat, pihaknya sudah memfasilitasi proses hak paten dari tudung saji atau tembolak perajin. “Pokoknya kita akan terus kawal sampai dengan permasalahan yang ada di desa itu selesai,” ujarnya. (ham)