Jumat Salam di Desa Boak, Dinsos NTB Terima Aspirasi dari Masalah Stunting hingga ODGJ

0

DINAS Sosial (Dinsos) Provinsi NTB ikut menggelar program Jumat Salam (Jumpai Masyarakat, Selesaikan Aneka Masalah yang terjadi di Masyarakat) Jumat, 3 November 2023. Kegiatan berlangsung di Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan serap aspirasi masyarakat tingkat desa dipusatkan di Kantor Desa Boak. Selain dihadiri oleh Kades dan unsur desa Boak, juga dihadiri oleh Kadis Sosial Kabupaten Sumbawa, kader Posyandu Desa, pendamping desa, TKSK dan Pendamping PKH,  termasuk tokoh pemuda dan PSM, serta aktivis perempuan setempat.

Dalam sambutannya, Kades Boak memberikan apresiasi terhadap program Jumat Salam dari pemerintah Provinsi NTB yang bisa menyentuh sampai lapisan masyarakat desa

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Abubakar juga mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemerintah Provinsi NTB atas kegiatan Jum’at Salam, khususnya Dinas Sosial NTB. Menurutnya, kegiatan Jumat Salam bertujuan untuk menjaring aspirasi dari masyarakat tentang permasalahan dan kebutuhannya, sehingga Pemprov NTB dapat menindaklanjuti dengan berbagai program lintas sektoral, dengan menggunakan sistem sumber yang ada di masyarakat.

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi NTB Lalu Amjad, SH., MH menjelaskan makna dan bentuk kegiatan Jumat Salam. Salah satu bentuk kegiatan dari program ini adalah kegiatan bela-beli produk khas NTB, khususnya kerajinan tenun.

“Sehingga dalam kegiatan ini, seluruh anggota tim membeli dan menggunakan tenun khas Sasambo,” kata Lalu Amjad.

Sekdis menjelaskan program-program dari Dinas Sosial Provinsi NTB, serta memperkenalkan anggota tim dan menjelaskan bentuk-bentuk kegiatan yang bisa diakses melalui program Dinas Sosial dan Pusat Pelayanan Sosial yang menjadi anggota tim saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, muncul sejumlah pertanyaan dari masyarakat. Salah satu yang disampaikan adalah permasalahan stunting. Stunting bukan karena faktor ekonomi, tetapi lebih pada kualitas pengasuhan. Masyarakat meminta hal ini menjadi perhatian. Adapun jumlah stunting di Desa Baok sekitar 11 orang.

BPD Dusun Beru Jumardin menyampaikan bahwa ada tiga orang disabilitas jiwa atau ODGJ serta ada janda terlantar sudah usia lanjut satu orang di wilayahnya.

Kades Boak menyampaikan bahwa penanganan stunting sudah dilakukan melalui pemberian makanan tambahan, tetapi permasalahan masih terkait pola pengasuhan.

“Untuk permasalahan lansia, diupayakan untuk ditangani oleh keluarga sendiri, karena tugas utama pelayanan lansia adalah tanggung jawab keluarga,” katanya.

Permasalahan selanjutnya adalah anak-anak masuk kategori disabilitas. Pendidikan masih rendah, sehingga SDM masyarakat juga perlu ditangani.

Ada banyak potensi yang ada di Desa Boak, seperti sumber air bersih, kolam, tanah dan ladang luas, peternakan berupa sapi, kambing dan unggas.

Selanjutnya Kades Boak menyampaikan ada beberapa rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni yang didata sejak bulan Juni lalu oleh Pemda Kabupaten Sumbawa, masyarakat mengharapakan agar segera ditindaklanjuti.

Kadis Sosial Kabupaten Sumbawa mengatakan, ada tujuh lokus penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa. Untuk ODGJ diharapkan untuk merujuk ke RS Sumbawa. Apalagi Sumbawa sudah masuk UHC. Sehingga semua warga bisa dilayani kesehatannya.

TKSK Moyo Hilir Khaerudin mengatakan, pihaknya pernah melakukan sosialisasi terkait 26 PMKS, bahwa pencatatan harus dimulai tingkat RT, RW dan seterusnya. Harapannya data-data yang sudah ada dapat ditindak lanjuti oleh Dinas Sosial.

Kegiatan di Kantor Desa dirangkai dengan Penyerahan bantuan secara simbolis atas permasalahan wanita korban tindak kekerasan seksual sebanyak 10 orang. Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Dinas Sosial Provinsi NTB kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. Selanjutnya diserahkan kepada perwakilan keluarga penyintas.

Usai salat Jumat, kegiatan diskusi dilanjutkan oleh Dinsos NTB di masjid desa setempat. Ada sejumlah point yang disampaikan oleh Sekdis Sosial Provinsi NTB Lalu Amjad. Misalnya menyampaikan hasil-hasil dan solusi yang disampaikan pada saat pertemuan di kantor Desa Boak. Permasalahan yang mengemuka terutama pada penanganan masalah stunting yang berjumlah 10 anak, disabilitas, lansia dan WRSE.

Masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan para pendamping program sosial yang ada di desa maupun kecamatan. Ia juga memperkenalan Tugas dan Fungsi masing-masing Pusat Pelayanan Sosial serta tawaran kegiatan yang bisa diakses oleh masyarakat.

Tim Jumat Salam Dinsos NTB mendatangi rumah warga yang mengeluhkan adanya anggota keluarga yang kesulitan memdapatkan jaminan kesehatan atau yang tidak memiliki kartu KIS.

Untuk kasus masyarakat yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan, bisa melalui Progran UHC (Universal Coverage Health) yang diperuntukan bagi warga yang memang belum mendapatkan kartu BPJS Kesehatan baik subsidi pusat (KIS) maupun Jamkesda.

Apalagi Kabupaten Sumbawa sudah menerapkan UHC tersebut sehingga semua masyarakat tidak mampu bisa mendapatkan jaminan kesehatan oleh BPJS Kesehatan melalui APBD setempat.(ris)